ACT salurkan bantuan warga terdampak angin kencang di Gunung Kidul

ACT salurkan bantuan warga terdampak angin kencang di Gunung Kidul

ACT salurkan bantuan warga terdampak angin kencang di Gunung Kidul. (Antara/HO/ACT)

Kejadiannya sekitar satu menit namun membuat porak poranda rumah warga
Yogyakarta (ANTARA) - Lembaga Kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) DIY menyalurkan bantuan untuk warga terdampak bencana angin kencang di Desa Nglipar, Kecamatan Nglipar, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang terjadi pada Kamis (5/11) sore.

Komandan Disaster Emergency Response (DER) ACT DIY Leta di Yogyakarta, Jumat, mengatakan para relawan telah turun langsung untuk melakukan assessment dan membantu warga yang rumahnya rusak terkena angin kencang.

Baca juga: ACT DIY perbanyak pembangunan sumur wakaf menjelang musim kemarau

"Bantuan berupa beras, paket sembako, serta alat kebersihan diri sebanyak 20 paket disalurkan untuk warga Dusun Kedungranti karena di sini lokasi paling parah terdampak angin kencang," kata Leta.

Penyaluran bantuan untuk warga terdampak angin kencang, kata dia, akan dilanjutkan berupa bantuan air bersih sebanyak 5 tangki.

Baca juga: ACT DIY gencarkan penyaluran wastafel portabel cegah COVID-19

"Karena akibat angin kencang kemarin akses air bersih warga terhambat karena terdapat pohon tumbang mengenai panel listrik sehingga seluruh pompa air warga tidak berfungsi," kata Leta.

Kepala Dukuh Kedungranti, Tukiyarno menerangkan angin kencang ini berawal ketika mendung sangat gelap pada Kamis (5/11) sekitar pukul 15.20 WIB. Tetapi ternyata yang turun bukan hujan melainkan angin kencang,

Baca juga: BPBD Gunung Kidul distribusikan logistik kepada korban angin kencang

"Kejadiannya sekitar satu menit namun membuat porak poranda rumah warga," kata dia.

Bencana angin kencang yang terjadi Kamis (5/11) telah menyebabkan puluhan rumah milik warga di tiga kapanewon/kecamatan rusak parah, sehingga membutuhkan bantuan logistik.

Baca juga: Puluhan rumah rusak diterjang angin kencang di Gunung Kidul


 

Pewarta: Luqman Hakim
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Relawan tanam mangrove untuk tempat hidup bekantan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar