Tak ada lagi zona merah di DKI, namun pandemi belum terkendali

Tak ada lagi zona merah di DKI, namun pandemi belum terkendali

Warga bersepeda dengan memakai masker untuk menghindari COVID-19 di kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta, Minggu (18/10/2020). ANTARA FOTO/Galih Pradipta/foc.

Jakarta (ANTARA) - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan tidak ada lagi zona merah COVID-19, namun pandemi di ibu kota belum terkendali.

"Belum (terkendali)," ujar Anies di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jumat.

Anies mengatakan Pemprov DKI tidak fokus pada zona warna untuk menentukan penyebaran COVID-19 di masing-masing wilayah, karena warga di Jakarta setiap harinya melakukan mobilitas ke wilayah yang berbeda-beda.

"Jadi tidak fokus ke warna karena di Jakarta mobilitas penduduknya lintas wilayah. Pagi tinggal di Jakarta Timur, siangnya bekerja di Jakarta Barat, malamnya berkegiatan di Jakarta Pusat," katanya.

"Jadi warna itu relevan kalau Anda berada di wilayah yang pagi, siang, sore, malam ada di satu wilayah yang sama," kata Anies.

Menurut dia, Jakarta tidak bisa dilihat per masing-masing wilayah, namun Jabodetabek juga masuk dalam pemantauan Pemprov DKI Jakarta. "Kita harus lihatnya angka Jakarta keseluruhan, bahkan Jabodetabek secara keseluruhan," kata Anies.

Dari situs Covid19.go.id, di DKI Jakarta kini tidak lagi ada zona merah. Zona merah adalah wilayah dengan tingkat risiko tinggi terpapar COVID-19. Adapun zona oranye berarti memiliki tingkat risiko penularan sedang.

Baca juga: DKI libatkan KPK-Kejati awasi penggunaan BTT untuk COVID-19
Baca juga: Krisis kesehatan sebabkan pengangguran di Jakarta tertinggi
Petuga medis mempersiapkan tes usap (swab test) kepada wartawan di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Rabu (12/8/2020). Tes tersebut diselenggarakan Dewan Pers bekerja sama dengan Dinkes DKI Jakarta yang bertujuan untuk menelusuri penyebaran COVID-19 di kalangan wartawan. ANTARA FOTO/Reno Esnir/aww. 

Meski tak ada lagi zona merah, beberapa wilayah di DKI masih zona rawan, yakni memiliki tingkat risiko cukup tinggi penyebaran virus corona.

Jakarta Timur
Kecamatan Jatinegara
- Kelurahan Bali Mester RW 001
- Kelurahan Cipinang Besar Selatan RW 005

Kecamatan Kramat Jati
- Kelurahan Cawang Rw 003
- Kelurahan Cawang RW 011
Kecamatan Makasar: Kelurahan Kebon Pala RW 002
Kecamatan Duren Sawit: Kelurahan Pondok Bambu RW 002
Kecamatan Matraman: Kelurahan Utan Kayu Selatan RW 003

Jakarta Selatan
Kecamatan Cilandak: Kelurahan Cilandak Barat RW 001
Kecamatan Setia Budi: Kelurahan Guntur RW 006
Kecamatan Cilandak: Kelurahan Lebak Bulus RW 006
Kecamatan Kebayoran Baru: Kelurahan Petogogan RW 003
Kecamatan Pesanggrahan: Kelurahan Petukangan Selatan RW 002

Jakarta Barat
Kecamatan Grogol Petamburan: Kelurahan Jelambar RW 002
Kecamatan Cengkareng: Kelurahan Kedaung Kali Angke RW 005
Kecamatan Palmerah: Kelurahan Kemanggisan RW 001
Kecamatan Taman Sari: Kelurahan Mangga Besar RW 004
Kecamatan Kebon Jeruk: Kelurahan Sukabumi Utara RW 003

Jakarta Utara
Kecamatan Kelapa Gading: Kelurahan Kelapa Gading Barat RW 004
Kecamatan Tanjung Priok: Kelurahan Warakas RW 013

Jakarta Pusat
Kecamatan Sawah Besar: Kelurahan Mangga Dua Selatan RW 007
Kecamatan Senen: Kelurahan Paseban RW 001
Kecamatan Kemayoran: Kelurahan Serdang RW 004

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Gubernur DKI ingatkan warga untuk silaturahmi Lebaran secara virtual

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar