Pandemi memunculkan pekerjaan baru terkait teknologi

Pandemi memunculkan pekerjaan baru terkait teknologi

Direktur Keuangan, MSDM dan Umum Perum Lembaga Kantor Berita Nasional ANTARA , Nina Kurnia Dewi Nina Kurnia Dewi saat membuka webinar "Ngobrol Bareng ANTARA" dengan tema Peran Perpustakaan Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat di saat Pandemi, Jumat(6/11/2020). ANTARA/Dokumen

Pekerjaan baru itu seperti data analisis, digital transformation system, teknologi, big data dan sebagainya, sekitar 133 juta pekerjaan baru...
Manado (ANTARA) - Direktur Keuangan, MSDM dan Umum Perum Lembaga Kantor Berita Nasional ANTARA , Nina Kurnia Dewi mengatakan pandemi COVID-19 yang masih dirasakan saat ini, memunculkan optimisme pekerjaan baru dan semuanya terkait dengan teknologi.

"Pekerjaan baru itu seperti data analisis, digital transformation system, teknologi, big data dan sebagainya, sekitar 133 juta pekerjaan baru. Jadi optimisme itu ada ke depan," kata Nina Kurnia saat membuka webinar "Ngobrol Bareng ANTARA" dengan tema Peran Perpustakaan Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat di saat Pandemi, Jumat.

Nina Kurnia mengatakan menurut World Economy Forum, di tahun 2022, ada 75 juta pekerjaan yang hilang, semuanya yang terkait dengan klerikal bahkan mungkin akunting maupun auditor, tetapi optimisme dibalik hilangnya pekerjaan yang sifatnya klerikal adalah munculnya pekerjaan-pekerjaan baru.
Baca juga: ILO sebut peluang pekerjaan bidang teknologi makin berkembang
Baca juga: Praktisi : Industri kreatif melejit saat pandemi COVID-19

Ada dua tipe skil yang dibutuhkan pada sumber daya manusia di era teknologi sekarang yakni analytical thinking dan berinovasi, untuk itu maka SDM unggul harus active learning dan learning strategy.

World Economy forum menyatakan bahwa di tahun 2025 muncul skil-skil yang dibutuhkan oleh kita semua untuk menghadapi masa depan yang sekarang sudah kita rasakan(the future is now).

Dia mengatakan dari sisi pembangunan manusia (SDM) ada dua tantangan yang dihadapi saat ini, yakni adanya pandemi corona virus dan kedua disrupsi pembelajaran dalam hal ini ada di dalamnya knowledge management.

Sebelumnya, kita membayangkan bekerja dan belajar dari rumah nanti terjadi di masa depan tetapi COVID yang cukup bandel ini datang di sekitar bulan Maret membuat kita semua dan seluruh dunia terhenyak, akhirnya the future is now, dimana semuanya sudah online.
Baca juga: IDF 2019 telurkan empat pilar songsong peluang pekerjaan masa depan

Pewarta: Guido Merung
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2020

LKBN Antara berikan 73 bendera untuk pulau terluar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar