Pasokan turun, PMI dorong warga donor darah lagi dengan prokes

Pasokan turun, PMI dorong warga donor darah lagi dengan prokes

Petugas memasukkan kantong berisi darah di tempat penyimpanan Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Madiun, Jawa Timur, Sabtu (7/11/2020). ANTARA FOTO/Siswowidodo/hp.

Kita setiap hari sebenarnya harus dapat 1.200 kantong, sekarang dapatnya hanya sekitar 200-500 kantong
Jakarta (ANTARA) - Palang Merah Indonesia (PMI) mendorong masyarakat untuk kembali menjadi donor darah mengingat pasokan yang menurun selama pandemi COVID-19 dan memastikan bahwa proses pendonoran dilakukan dengan protokol kesehatan ketat.

"Kita setiap hari sebenarnya harus dapat 1.200 kantong, sekarang dapatnya hanya sekitar 200-500 kantong," kata dr. Fierly Yanarita dari Unit Transfusi Darah PMI DKI Jakarta ketika ditemui dalam acara donor darah yang diselenggarakan Pondok Indah Medical Centre (PIMC) di Jakarta, Minggu.

Menurut dia pasokan kantong darah selama pandemi berkurang drastis akibat kegiatan donor yang biasanya dilakukan instansi berkurang karena pandemi.

Ia menjelaskan bahwa kondisi itu dimulai ketika pandemi COVID-19 mulai ditemukan di Indonesia sekitar Maret 2020. Biasanya berkurangnya kantong darah terjadi ketika bulan puasa tapi pandemi membuat kondisi itu bertahan dari awal tahun sampai saat ini.

Ketakutan akan pandemi, kata dia, membuat sukarelawan donor darah berkurang meski kebutuhannya tetap sama selama pandemi. Hal itu menimbulkan tren donor darah langsung, atau yang ditujukan untuk pasien yang sudah ditentukan dan bukan untuk stok PMI.

Hal itu menimbulkan kesulitan karena keluarga pasien yang harus mencari donor darah tersebut.

Untuk mendorong masyarakat kembali bersedia menjadi donor, pihaknya memastikan bahwa donor darah tidak akan menyebarkan COVID-19 karena penyakit itu menyebar melalui cairan droplet (cipratan air liur).

PMI sendiri sudah melakukan berbagai langkah untuk meningkatkan donor darah seperti menurunkan syarat target terkumpul dari yang biasanya 75-100 kantong darah kini 40-50 kantong darah untuk tim PMI datang ke sebuah instansi.

"Untuk semua masyarakat, saya pastikan donor darah itu tidak membuat COVID-19. Lakukan donor darah tapi tetap harus melakukan protokol kesehatan dan PMI sendiri memastikan 3M tetap dilakukan," demikian Fierly Yanarita merujuk pada memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan sebagai tindakan pencegahan penularan COVID-19.

Baca juga: PDS PatKLIn: Jangan takut donor darah di masa pandemi

Baca juga: Pemkot Jakpus gandeng PMI dan FKDM di 8 kecamatan gelar donor darah

Baca juga: Persediaan darah menurun, PMI Sukabumi ajak masyarakat berdonor

Baca juga: Gabungan komunitas Jayapura gelar donor darah pecahkan rekor MURI

Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020

PMI Jember normalisasi sumur warga pascabanjir

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar