Laporan dari London

KBRI Berlin gencar promosi kopi di Jerman, gandeng swalayan terbesar

KBRI Berlin gencar promosi  kopi di Jerman, gandeng swalayan terbesar

Kedutaan Indonesia di Jerman (KBRI Berlin) bersama pengusaha distributor kopi Indonesia yaitu My Bali Coffee dan PT Nabu Kopi Ranah Indonesia melakukan promosi kopi di dua pasar swalayan terbesar di Jerman. ANTARA/HO-KBRI Berlin/am.

Tidak heran apabila Jerman adalah negara pengimpor biji kopi terbesar di dunia setelah Amerika Serikat
London (ANTARA) - Kedutaan Indonesia di Jerman (KBRI Berlin) bersama pengusaha distributor kopi Indonesia yaitu My Bali Coffee dan PT Nabu Kopi Ranah Indonesia melakukan promosi kopi di dua pasar swalayan terbesar di Jerman yaitu Edeka dan Rewe.

Dubes RI untuk Jerman Arif Havas Oegroseno kepada Antara London, Senin, mengatakan Edeka dan Rewe menjual berbagai jenis kopi Indonesia di swalayan dalam jaringan mereka.

“Mereka tidak sekedar menjual kopi, tapi juga melakukan pengenalan rasa kopi melalui coffee tasting di lobi gedung dan di tempat parkir,” ujar Dubes Havas.

Menariknya pengenalan kopi ini dikemas dengan mobil combi klasik VW tahun 1960an yang disulap menjadi coffee combie.

Saat ini sudah ada 330 swalayan Edeka dan Rewe menjual kopi Indonesia dan bahkan mereka telah memesan ribuan ton kopi Indonesia.

Menurut Dubes Havas, ada kesamaan antara bangsa Indonesia dan Jerman. Keduanya penggemar kopi. Bedanya, bangsa Jerman meminum kopi 5,2 kg per orang per tahun. Sementara orang Indonesia rata-rata hanya meminum kopi 1,3 kg per orang per tahun.

“Tidak heran apabila Jerman adalah negara pengimpor biji kopi terbesar di dunia setelah Amerika Serikat,” ujar Dubes Havas.

Beberapa jenis kopi indikasi geografis arabika asal Indonesia masuk ke Jerman antara lain Gayo, Lintong, Mandailing, Preanger, Bajawa dan Bali yang termasuk dalam specialty coffee.

Baca juga: Asosiasi Kopi Singapura puji kopi Indonesia

KBRI Berlin mengembangkan strategi promosi kopi dengan beberapa cara di antaranya mengikuti kursus tentang kopi dan pelatihan menjadi barista di rumah coffee roastery paling besar di Berlin.

Dubes Havas dan beberapa staf telah memiliki sertifikat dari SCAE atau Specialty Cofee Association Europe sebagai barista.

“Menjual kopi dengan pemahaman tentang kopi akan memberikan nilai tersendiri,” ujarnya.

Selain itu KBRI Berlin melakukan pertemuan virtual antara asosiasi kopi dan importir Jerman dengan asosiasi kopi dan eksportir Indonesia. Pembeli dan penjual dapat bertemu langsung membahas rencana ekspor impor.

Selain itu KBRI Berlin melakukan promosi kopi melalui radio jazz Jerman. Para radio DJ disuguhi kopi Indonesia dan dilanjutkan dengan wawancara tentang kopi Indonesia.

Baca juga: Kemenparekraf dorong identifikasi HKI untuk kopi Bengkulu

KBRI Berlin juga melakukan promosi kopi bersama dengan coffee roastery Jerman yang memiliki pangsa pasar tersendiri di Jerman serta promosi kopi di pameran industri Hannover Messe 2021, pameran industri kelas internasional diharapkan dihadiri sekitar 200.000 orang dalam waktu satu minggu.

Promosi kopi juga dilakukan di industri kapal pesiar Jerman. Promosi memerlukan pendekatan dan strategi tersendiri yang saat ini sedang dimatangkan dengan berbagai pihak.

“Penting bagi kita untuk mengkaitkan secara langsung antara kebiasaan cita rasa masyarakat Jerman dengan ketersediaan kopi Indonesia di pasar swalayan Jerman,” ujar Dubes

Edukasi kepada publik Jerman seperti melalui pemasaran langsung kopi Indonesia di swalayan dengan cara yang unik ini akan memberi nilai lebih untuk dapat mengubah cita rasa kopi di Jerman.

Baca juga: Kemendag dorong ekspor kopi Indonesia ke Meksiko

Sepasang suami-istri yang merasakan kopi Bali dan Gayo mengakui mereka akan mengubah kebiasaan minum kopi yang selama ini hanya minum kopi Brazil mulai saat ini akan minum kopi Indonesia.

Branding yang pas seperti My Bali Coffee juga menjadi faktor penting dalam pemasaran kopi Indonesia. Upaya pemasaran kopi secara agresif ini akan dilakukan secara berkesinambungan,”ujar Dubes Havas yang kini memiliki sertifikat barista.

Ia berharap pada masa pandemi ini tidak mengganggu pemasaran kopi di Jerman.

Survai dilakulan Deutscher Kaffeeverband menyebutkan 72 persen orang Jerman mengkonsumsi kopi di rumah, 21,8 persen menikmati kopi ketika bekerja atau di kafe, dan sisanya 5,7 persen menikmati kopi bersama kerabat dan teman.

Inilah mengapa perdagangan kopi di Jerman tidak terlalu terpengaruh oleh aturan pembatasan sosial selama pandemi.

Pemilik merek MyBali Coffee Sascha Bayu Handojo mengatakan penjualan kopi Indonesia secara online justru meningkat di masa pandemi. Sascha berdarah Indo-Jerman menargetkan 1.000 gerai kopi baru di tahun 2021 agar kopi Indonesia semakin dikenal konsumen Jerman.

Baca juga: Kemenperin apresiasi ekspor olahan kopi ke China di tengah pandeml

Pewarta: Zeynita Gibbons
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Dongkrak kopi lokal Temanggung melalui lomba barista

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar