Riau bentuk tim supervisi isolasi mandiri COVID-19 di Lapas Pekanbaru

Riau bentuk tim supervisi isolasi mandiri COVID-19 di Lapas Pekanbaru

Ilustrasi - Gubernur Riau Syamsuar menyuci tangan untuk sosialisasi protokol kesehatan COVID-19. ANTARA/HO-Diskominfotik Riau

kita sudah siapkan blok untuk isolasi
Pekanbaru (ANTARA) - Pemprov Riau membentuk tim supervisi untuk mengawasi pelaksanaan isolasi mandiri ratusan warga binaan yang terkonfirmasi COVID-19 di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru.

Gubernur Riau Syamsuar di Pekanbaru, Senin, mengatakan tim supervisi tersebut berada di bawah Dinas Kesehatan Riau. "Saya sudah tugaskan kepala dinas kesehatan, tolong disiapkan tim supervisi untuk mengecek saudara-saudara kita yang menjalani isolasi mandiri," katanya.

Syamsuar mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenkumham Riau terkait penanganan kasus COVID-19 di Lapas Pekanbaru.

Ia juga mengatakan pihaknya telah menyiapkan Rumah Sakit Umum Daerah untuk melakukan penanganan terhadap narapidana yang positif COVID-19 yang mengalami gejala sedang dan berat. Perawatan napi maupun tahanan di rumah sakit juga harus ada penjagaan khusus, karena itu perlu ada CCTV yang bisa memantau napi agar tidak kabur saat dirawat di luar Lapas.

Baca juga: Riau waspadai klaster COVID-19 di Lapas karena 357 napi terinfeksi

Kepala Kantor Wilayah Hukum dan HAM Riau Ibnu Chuldun pada pekan lalu menyatakan jumlah warga binaan yang terpapar COVID-19 terus bertambah menjadi 357 orang.

Ibnu mengatakan pihaknya langsung berkoordinasi dengan Satgas COVID-19 Riau untuk penanganan lebih lanjut. Ia mengatakan pihaknya tetap melakukan isolasi mandiri terhadap napi yang positif COVID-19 di dalam Lapas dengan blok yang sudah disediakan.

Menurut dia, Lapas Pekanbaru juga sudah mempersiapkan ruangan serba guna untuk dijadikan ruang isolasi pasien COVID-19. Ia mengklaim kapasitas blok yang disiapkan untuk isolasi mandiri napi positif COVID-19 mampu menampung hingga 500 orang. Namun Ibnu tidak menjelaskan secara rinci seperti apa blok dan fasilitas apa yang ada di tempat tersebut.

"Tapi kalau ada penambahan 300 sampai 400 kita sudah siapkan blok untuk isolasi. Bahkan bisa menampung sampai 500 orang," ujarnya.

Sebelumnya, Ibnu Chuldun sempat menyatakan kapasitas hunian Lapas Kelas IIA Pekanbaru sejatinya hanya untuk 771 orang. Namun, kini dihuni sebanyak 1.501 warga binaan. Adapun jumlah petugas sebanyak 109 orang.

Baca juga: 207 napi positif COVID-19 jalani isolasi mandiri di Lapas Pekanbaru
Baca juga: 28 napi positif COVID-19, Lapas Perempuan Pekanbaru "kewalahan"


Pewarta: FB Anggoro
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Lapas Pekanbaru punya blok pengendali narkoba yang jadi percontohan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar