Washington (ANTARA News/AFP) - Debu dan abu dari letusan gunung berapi di Islandia yang telah menutup lalu-lintas udara di Eropa tidak akan mengganggu pendaratan pesawat ulang-alik Discovery sesuai dengan jadwal pada Senin, kata sejumlah pejabat NASA.

Sehari setelah pelepasan pesawat itu dari Stasiun Antariksa Internasional (ISS), tujuh awak melakukan persiapan terakhir untuk kepulangan mereka ke Bumi pada Senin pukul 08.48 (pukul 19.51 WIB) di Pusat Ruang Angkasa Kennedy di Florida.

"Gunung berapi Islandia yang meletus tidak mempengaruhi pendaratan Discovery pada Senin. Jalur masuk kembali tidak berada di dekat awan abu," kata Pusat Ruang Angkasa Kennedy dalam pesan yang dipasang di Twitter.

Discovery mengakhiri misi yang mengukir catatan baru dengan menempatkan empat wanita ke dalam orbit secara serentak bersama dua astronot Jepang untuk yang pertama kali.

Discovery dan awaknya mengirim hampir delapan ton barang, termasuk suku-cadang tempat tidur bagi penghuni stasiun antariksa, sebuah tabung besar ammonia coolant dan tujuh rak berisi peralatan eksperimen ilmiah.

Awan abu vulkanik dari letusan gunung berapi Eyjafjoell Islandia menimbulkan kekacauan di dunia penerbangan dunia. Dengan kerugian besar yang kian meningkat setiap hari, perusahaan-perusahaan penerbangan mendesak gangguan segera diakhiri setelah kekacauan empat hari. (M014/K004)

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2010