Papua Barat mulai kumpulkan data warga peserta vaksinasi COVID-19

Papua Barat mulai kumpulkan data warga peserta vaksinasi COVID-19

Rapid test massal yang dilaksanakan Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat di Manokwari beberapa waktu lalu. ANTARA/Toyiban/am.

Manokwari (ANTARA) - Provinsi Papua Barat mulai mengumpulkan data kelompok masyarakat yang akan diikutsertakan pada program vaksinasi COVID-19.

"Dari pusat sudah minta nama-nama yang akan diberikan vaksin COVID-19 tahap pertama. Sekarang pendataan di Papua Barat sedang berlangsung," ucap Juru Bicara Pemprov Papua Barat pada penanganan COVID-19, Arnold di Manokwari, Selasa.

Dia menyebutkan bahwa data sasaran vaksinasi itu akan diinput di Dinas Kesehatan di setiap kabupaten/kota. Selanjutnya akan diserahkan ke Kementerian Kesehatan di Jakarta.

Sesuai petunjuk Kemenkes, pada tahap awal ini vaksinasi akan dilakukan kepada para petugas yang bekerja di fasilitas kesehatan.

Baca juga: Tim riset: Tidak ada lagi penyuntikan vaksin COVID-19

Baca juga: Brazil tunda uji klinis vaksin Sinovac usai muncul "efek merugikan"


"Seperti dokter, perawat, satpam hingga petugas kebersihan. Mereka akan divaksin dan data-data itu akan diinventarisir di Dinas Kesehatan setiap daerah," ucap Arnold.

Dia berharap paling lambat pekan ke empat bulan November pendataan sudah selesai dan data sudah masuk dalam database Kementerian Kesehatan. Dengan demikian, vaksinasi bisa dilaksanakan secara serentak dengan daerah lain.

Arnold menambahkan selain tenaga kesehatan serta petugas fasilitas kesehatan, Anggota TNI dan Polri pun diutamakan pada pemberian vaksin tersebut.

"Terutama yang intens terlibat dalam kegiatan sosialisasi dan mereka yang terlibat dalam kegiatan yang bersentuhan langsung dengan pasien COVID-19," katanya.

Arnold berharap masyarakat, pelaku usaha dan seluruh pemangku kepentingan di provinsi ini terus menerapkan protokol kesehatan meskipun vaksin COVID-19 sudah ditemukan.

"Temuan kasus masih terus terjadi. Seperti Kota Sorong, Manokwari selalu ada tambahan. Makanya kewaspadaan sangat penting," Demikian Arnold Tiniap.
#satgascovid19
#ingatpesanibupakaimasker

Baca juga: Sri Mulyani nilai efektivitas vaksin dari Pfizer bawa sentimen positif

Baca juga: Pfizer sukses uji coba vaksin COVID-19 tapi tak bisa langsung dipakai

Pewarta: Toyiban
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Kemendagri sebut 3 hal hambat pembangunan wilayah Papua

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar