Puluhan kolektor benda bersejarah Sumsel pameran bersama

Puluhan kolektor benda bersejarah Sumsel pameran bersama

Gubernur Sumsel, Herman Deru membuka pameran bersama warisan budaya dan sejarah. (ANTARA/Yudi Abdullah/20)

tanamkan masyarakat mencintai dan mempelajarinya karena tidak ada masa kini tanpa masa lalu
Palembang (ANTARA) - Sebanyak 28 kolektor benda bersejarah dan warisan budaya serta sejumlah pengelola museum di Sumatera Selatan melakukan pameran bersama di Museum Balaputra Dewa Palembang yang dijadwalkan berlangsung 10-19 November 2020.

Pameran bersama dalam rangka menyemarakkan Hari Pahlawan 2020 itu dibuka Gubernur Sumsel, Herman Deru ditandai dengan mengunjungi sejumlah ruang pamer di Museum Balaputra Dewa Palembang, Selasa

Dalam pameran itu, Gubernur Herman Deru melihat benda bersejarah peninggalan tokoh pejuang Sumatera Selatan seperti koleksi Pahlawan Nasional Mayjen TNI (Purna) dr A.K.Gani, benda pusaka seperti keris, pedang, dan uang koin masa penjajahan kolonial Belanda, serta warisan budaya zaman Kesultanan Palembang dan Kerajaan Sriwijaya.

Baca juga: Museum Sang Nila Utama Riau tutup selama pandemi

Gubernur Sumsel pada kesempatan itu mengapresiasi jajaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata serta komunitas kolektor benda pusaka dan bersejarah di provinsi ini yang bersinergi melakukan kegiatan pameran bersama di Museum Balaputra Dewa.

"Ayo kita pelihara benda bersejarah dan warisan budaya, tanamkan kepada masyarakat untuk mencintai dan mempelajarinya, karena tidak ada masa kini tanpa masa lalu," ujar Gubernur.

Baca juga: Manfaatkan Museum Le Mayeur untuk tempat wisata edukasi

Baca juga: Museum di DIY didorong sajikan koleksi secara virtual


Kepala Museum Balaputra Dewa Palembang, Chandra Ampriyadi mengatakan pihaknya terus berupaya melakukan kegiatan yang dapat meningkatkan perhatian masyarakat dalam melestarikan warisan sejarah dan budaya.

Dengan upaya tersebut diharapkan benda pusaka bersejarah dan warisan budaya bisa bertahan sepanjang masa.

Melalui pameran museum bersama itu diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat mengunjungi museum yang menyimpan benda peninggalan dan "sejuta" cerita para pejuang masa kemerdekaan, Kesultanan Palembang, Kerajaan Sriwijaya, ujar Chandra.

Baca juga: Pengelola museum Balaputra Dewa siapkan ruang khusus koleksi hibah

 

Pewarta: Yudi Abdullah
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar