MPR yakin nilai kepahlawanan hadir dalam beragam implementasi

MPR yakin nilai kepahlawanan hadir dalam beragam implementasi

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (kiri) hadir dalam acara Launching dan Peluncuran Riset Perdana Brain Society Center (BS Center) di Jakarta, Selasa (10-11-2020). ANTARA/HO-MPR

Setiap pemaknaan nilai-nilai kepahlawanan akan selalu lekat dengan tiga kata kunci: perjuangan, pengabdian, dan pengorbanan.
Jakarta (ANTARA) - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo meyakini nilai-nilai kepahlawanan saat ini hadir dalam beragam implementasi berbagai bentuk namun harus berpedoman pada tiga kata kunci, yakni perjuangan, pengabdian, dan pengorbanan.

"Saya meyakini pada setiap era dan periodisasi zaman, nilai-nilai kepahlawanan akan selalu hadir dalam beragam implementasi dan manifestasi, bahkan dalam bentuk dan pemaknaan yang paling sederhana sekalipun. Orang tua adalah pahlawan bagi anak-anaknya," kata Bamsoet dalam acara Launching dan Peluncuran Riset Perdana Brain Society Center (BS Center) di Jakarta, Selasa.

Bamsoet menegaskan bahwa nilai-nilai kepahlawanan sangat penting bagi bangsa Indonesia dan harus diupayakan selalu hadir di tengah masyarakat, bahkan di lingkup yang paling sederhana, seperti di lingkungan keluarga, sekolah, dan lingkungan masyarakat.

Ia mencontohkan orang tua bisa menjadi pahlawan buat anak-anaknya, guru menjadi pahlawan untuk murid-muridnya, paramedis adalah pahlawan buat para pasiennya.

Baca juga: Wakil Ketua MPR: Generasi milenial harus jadi generasi emas

"Meskipun nilai-nilai kepahlawanan dapat diimplementasikan dan dimanifestasikan dalam beragam bentuk dan cara, yang pasti setiap pemaknaan nilai-nilai kepahlawanan akan selalu lekat dengan tiga kata kunci, yaitu perjuangan, pengabdian, dan pengorbanan," ujarnya.

Bamsoet juga mengapresiasi elemen-elemen masyarakat yang telah menunjukkan nilai kepahlawanan pada saat bangsa Indonesia mengalami masa sulit pandemi ini dengan membantu yang membutuhkan sesuai dengan bidangnya masing-masing.

Menurut dia, dalam konteks kekinian, di tengah perjuangan masyarakat melewati masa-masa sulit menghadapi pandemi COVID-19, misalnya, para tenaga medis yang berjuang di garda depan, mengabdikan segenap diri dan mengorbankan jiwa sebagai pejuang kemanusiaan, tentunya layak dan patut menyematkan atribut sebagai pahlawan.

"Lalu para relawan yang menyumbangkan pikiran, waktu, dan tenaga. Segenap masyarakat yang telah ikhlas memberikan bantuan sosial-kemanusiaan, mereka adalah bukti nyata bahwa setiap diri kita sesungguhnya mampu mengimplementasikan nilai-nilai kepahlawanan melalui berbagai cara," katanya.

Hadir dalam acara yang mengikuti protokol kesehatan ketat itu, antara lain anggota MPR dari Fraksi PKS Habib Aboe Bakar Alhabsyi, anggota MPR dari Fraksi NasDem Ahmad Sahroni, Rektor Universitas Indonesia Prof. Ari Kuncoro, Ketum BS Center Ahmadi Nur Supit, Ketua Dewan Pakar BS Center Prof. Didin S. Damanhuri, dan para peserta yang hadir secara fisik dan virtual.

Baca juga: MPR harapkan BS Center lahirkan pemikiran komprehensif

Pewarta: Imam Budilaksono
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Pemerintah & MPR upayakan pendekatan kesejahteraan untuk Papua

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar