Spanyol syaratkan tes COVID-19 untuk wisatawan negara berisiko tinggi

Spanyol syaratkan tes COVID-19 untuk wisatawan negara berisiko tinggi

Raja Felipe dan Ratu Letizia dari Spanyol mengunjungi Las Palmas de Gran Canaria, pada permulaan tur mempromosikan wisata di tengah wabah penyakit virus corona (COVID-19), di Las Palmas, kepulauan Gran Canaria, Spanyol, Selasa (23/6/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Borja Suarez/hp/djo

Madrid (ANTARA) - Spanyol mulai 23 November mensyaratkan hasil negatif tes virus corona, yang diambil dalam waktu 72 jam menjelang keberangkatan, pada wisatawan yang datang dari negara-negara dengan risiko tinggi  penularan COVID-19, kata kementerian kesehatan, Rabu (11/11).

Aturan tersebut menambah serangkaian pembatasan di dalam negeri Spanyol.

Sebagai salah satu titik panas utama COVID-19 di Eropa dengan 1.417.709 kasus dan 40.105 kematian, Spanyol sejauh ini tidak meminta pengunjung untuk menunjukkan dokumen tes usap negatif pada saat kedatangan.

Sekarang, Spanyol akan menggunakan kriteria Uni Eropa untuk menentukan negara-negara mana yang diklasifikasikan berisiko tinggi, kata kementerian. Negara itu kini mewajibkan pengunjung menunjukkan sertifikat hasil tes COVID-19 dalam bahasa Spanyol atau Inggris di bandara.

Menteri Kesehatan Salvador Illa mengatakan aturan itu akan berlaku untuk negara-negara non-Uni Eropa (EU) dengan lebih dari 150 kasus per 100.000 orang selama 14 hari terakhir.

Negara-negara EU yang berada di atas tingkat kasus tersebut, atau negara EU dengan lebih dari 50 kasus per 100.000 dan dengan lebih dari empat persen hasil tes positif corona, juga akan dikenai peraturan soal tes COVID pada pengunjung.

Tidak akan ada pengujian di perbatasan darat Spanyol, kata Illa.

"Kami akan meminta maskapai penerbangan untuk berkolaborasi dan memeriksa tes PCR (usap) pelancong sebelum naik," kata Illa. Menkes menambahkan bahwa Spanyol tidak berencana memberlakukan karantina wajib pada warga asing yang baru datang.

Kepala pemerintah daerah Madrid Isabel Diaz Ayuso, yang berselisih dengan pemerintah pusat atas pengetatan pembatasan seperti jam malam dan penutupan bisnis, mengatakan dalam akun Twitter-nya bahwa aturan pengujian corona itu seharusnya sudah lama diterapkan.

"Kami telah berjuang selama enam bulan. Terlalu lama. Sekarang wilayah Madrid dan seluruh Spanyol akan lebih aman."

Namun, data kementerian kesehatan hanya menunjukkan sekitar 4.300 kasus "impor" --sebagian kecil dari total kasus-- yang terdeteksi pada orang yang datang dari luar negeri sejak awal Mei.

Jumlah keseluruhan infeksi corona di Spanyol adalah yang tertinggi kedua di Eropa Barat, setelah Prancis. Tingkat infeksi Spanyol selama 14 hari terakhir mencapai 514 kasus per 100.000 orang.

Kepulauan Canaria, yang memiliki tingkat insiden terendah di Spanyol yaitu 82 per 100.000, sebelumnya mengumumkan kewajiban tes usap pada wisatawan mulai 14 November.

Sumber : Reuters

Baca juga: Pemesanan kamar hotel di Spanyol anjlok 78 persen

Baca juga: Sekolah di Spanyol ditutup karena sejumlah guru positif corona

Baca juga: Airbnb batasi pengguna di bawah 25 tahun di Inggris, Prancis & Spanyol


 

Mengenal Spanyol Lebih Jauh Lewat Festival Spain Day

Penerjemah: Azis Kurmala
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar