Presiden Jokowi: Kemitraan ASEAN-India tingkatkan kerja sama kesehatan

Presiden Jokowi: Kemitraan ASEAN-India tingkatkan kerja sama kesehatan

Presiden RI Joko Widodo saat menghadiri KTT ASEAN-India yang diselenggarakan melalui video conference dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis (12/11/2020). ANTARA/HO-Biro Pers Sekretariat Presiden/aa.

Jakarta (ANTARA) -
Presiden RI Joko Widodo meyakini bahwa ASEAN dan India dapat memperkuat kerja sama dalam berbagai bidang untuk menghadapi berbagai tantangan yang akan menghadang di masa mendatang.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai India dapat menjadi mitra strategis ASEAN dalam penguatan kapasitas medis di kawasan, utamanya untuk mengelola atau menangani pandemi di masa ini, seperti peningkatan kapasitas pembuatan obat dan vaksin, bahan baku obat, hingga penelitian dan pengembangan di bidang kesehatan.

"Kita harus mendorong akses kesehatan dengan harga terjangkau bagi semua, affordable health care for all," kata Presiden Jokowi saat menyampaikan pidato secara virtual dalam KTT ke-17 ASEAN-India dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis.

Baca juga: Presiden Jokowi: Kolaborasi ASEAN-Korsel tanggulangi pandemi

Selain di bidang kesehatan, menurut Presiden, kemitraan ASEAN dan India dapat diarahkan bagi pemulihan ekonomi akibat dampak pandemi COVID-19.

Dia menyampaikan dewasa ini platform digital yang sedang dan terus berkembang mampu mendorong pergerakan ekonomi.

India, sebagai salah satu negara dengan ekosistem ekonomi digital yang besar dan bertumbuh cepat, menurut Presiden Jokowi, dapat memperluas kerja samanya dengan negara-negara ASEAN yang juga tengah mengembangkan potensi ekonomi digital.

Baca juga: Jokowi: Dua pekerjaan ASEAN-Jepang untuk pulihkan ekonomi kawasan

Kolaborasi terhadap peningkatan keamanan siber dan ranah digital juga sangat dibutuhkan. Oleh karena itu, Kepala Negara menyambut baik program beasiswa India bagi 1.000 ilmuwan ASEAN.

"Saya sangat menyambut baik program beasiswa doktoral di Indian Institutes of Technology bagi 1.000 ilmuwan ASEAN, prakarsa Yang Mulia (Perdana Menteri Modi) dicetuskan pada tahun 2018. Kolaborasi ini dapat terus memperkuat dasar bagi kerja sama digital ASEAN-India," kata Presiden.

Selain itu, Presiden menyampaikan bahwa pemulihan ekonomi mengharuskan untuk memperluas perdagangan. Kepala Negara percaya bahwa di saat yang tepat India dapat bergabung dengan perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif regional (RCEP) untuk bersama meningkatkan daya saing dan rantai pasok di Indo-Pasifik.

Baca juga: Presiden Jokowi dorong penguatan kolaborasi ASEAN dan RRT

"Perluasan konektivitas India dengan ASEAN adalah kunci penguatan kerja sama di berbagai bidang," tuturnya.

Presiden Jokowi percaya bahwa ASEAN Outlook on the Indo-Pacific dapat berperan menjadikan Indo-Pasifik kawasan yang stabil, aman, dan damai. Sinergi antara ASEAN Outlook dengan Indian-Pacific Ocean Initiative akan memperkuat kerja sama ASEAN-India.
 

Pewarta: Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Gubernur Papua bahas rencana Presiden buka PON XX

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar