Rupiah ditutup stagnan masih dibayangi kenaikan kasus COVID-19

Rupiah ditutup stagnan masih dibayangi kenaikan kasus COVID-19

Karyawan menghitung uang di salah satu gerai penukaran uang asing di Jakarta, Jumat (6/11/2020). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/wsj.

Hingga sore ini kelihatannya sentimen negatif soal meningginya virus, masih mendominasi pasar.
Jakarta (ANTARA) - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat sore ditutup stagnan, masih dibayangi sentimen kenaikan kasus COVID-19.

Rupiah ditutup stagnan di posisi Rp14.170 per dolar AS, sama dengan posisi penutupan pada Kamis (12/11) lalu.

"Hingga sore ini kelihatannya sentimen negatif soal meningginya virus, masih mendominasi pasar," kata Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra di Jakarta, Jumat.

Baca juga: Rupiah melemah seiring kenaikan kasus COVID di AS

Menurut Ariston, pasar menanggapi secara negatif kenaikan tinggi kasus COVID-19 di AS yang bisa menghambat pemulihan ekonomi di negara tersebut, yang mendorong pelemahan dolar AS terhadap nilai tukar lainnya.

Namun pelaku pasar juga mewaspadai sentimen kenaikan kasus COVID-19 tersebut, yang dinilai juga bisa menjadi sentimen negatif untuk nilai tukar pasar berkembang (emerging markets).

Rupiah pada pagi hari dibuka menguat di posisi Rp14.150 per dolar AS. Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp14.150 per dolar AS hingga Rp14.220 per dolar AS.

Baca juga: Dolar AS sedikit melemah di tengah data ekonomi, lonjakan kasus virus

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Jumat menunjukkan rupiah melemah menjadi Rp14.222 per dolar AS dibandingkan hari sebelumnya di posisi Rp14.187 per dolar AS.
 

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Hasilkan pundi rupiah dari diorama stasiun kereta api

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar