Tenis

Akhiri tahun sebagai nomor satu, perasaan Djokovic campur aduk

Akhiri tahun sebagai nomor satu, perasaan Djokovic campur aduk

Petenis Serbia Novak Djokovic bereaksi saat menghadapi petenis Spanyol Rafael Nadal di final Roland Garros, French Open, Paris, Prancis (11/10/2020). ANTARA/REUTERS/Charles Platiau/aa.

Jakarta (ANTARA) - Petenis Serbia Novak Djokovic mengatakan dia memiliki perasaan yang campur aduk tentang mengakhiri tahun 2020 sebagai petenis nomor satu dunia untuk keenam kalinya setelah musim ini dihantam pandemi virus corona baru.

Djokovic meningkatkan rekor juara Australia Open menjadi delapan kali, seperti juga rekor gelar Masters ke-36 di Roma, memenangi empat gelar tunggal secara keseluruhan dalam perjalanannya ke peringkat satu dunia.

Petenis berusia 33 tahun itu memiliki rekor menang-kalah 39-3 dalam suatu musim yang diwarnai dengan banyaknya turnamen yang ditangguhkan atau dibatalkan dari Maret hingga Agustus karena wabah virus corona, yang sudah menewaskan lebih dari 1,3 juta orang di seluruh dunia.

“Jelas, saya sangat bangga akan hal ini, tapi emosi saya campur aduk karena apa yang sedang terjadi di dunia ini,” kata Djokovic kepada laman ATP Tour seperti dilaporkan Reuters, Senin.

“Saya tidak dapat mengabaikan hal itu, meskipun saya telah mencapai salah satu tujuan terbesar dalam olahraga. Saya merasa banyak orang di dunia mengalami kesulitan dan hati saya tertuju pada mereka," kata Djokovic..

Pencapaian Djokovic membuat dia menyamai idola masa kecilnya Pate Sampras yang mengakhiri tahun sebagai nomor satu sebanyak enam kali dari 1993 hingga 1998.

Djokovic memulai perburuannya untuk menyamakan rekor enam gelar turnamen ATP Finals yang saat ini digelar di London ketika dia menghadapi petenis Argentina Diego Schwartzman pada pertandingan penyisihan grup Senin petang waktu setempat.

Baca juga: Djokovic tak merasa ada tekanan untuk menjuarai ATP Finals
Baca juga: Djokovic keenam kalinya tempati ranking 1 akhir tahun, samai Sampras
Baca juga: Djokovic tetap duduki peringkat teratas meski kalah di Vienna

Pewarta: Irwan Suhirwandi
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar