Laporan dari Kuala Lumpur

Pimpinan BUMN di Malaysia bertemu dubes baru RI

Pimpinan BUMN di Malaysia bertemu dubes baru RI

Duta Besar RI di Kuala Lumpur Hermono berbincang-bincang dengan General Manager PT Garuda Indonesia Kuala Lumpur Fredrik Kasiepo (satu dari kiri) dan Branch Manager PT Citilink Indonesia di Kuala Lumpur Moch Dikdik Mulyana (dua dari kiri) di KBRI Kuala Lumpur, Selasa (17/11/2020). Pertemuan yang difasilitasi Atase Perekonomian tersebut dalam rangka Silaturahmi Pimpinan BUMN dengan Dubes di KBRI Kuala Lumpur. ANTARA Foto/Agus Setiawan.

Kuala Lumpur (ANTARA) - Pimpinan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Malaysia melakukan pertemuan dengan Duta Besar RI di Kuala Lumpur yang baru, Hermono, dengan difasilitasi Atase Perekonomian di KBRI Kuala Lumpur, Selasa.

"Kuala Lumpur merupakan pos yang menantang dengan banyaknya pekerja migran, isu perbatasan, isu regional, ekonomi, termasuk soal yang sensitif," ujar mantan Dubes RI di Madrid  tersebut.

Dia mengatakan kemungkinan pemerintah menunjuk dirinya karena dirinya sudah mengenali medan sehingga tidak perlu belajar lagi dan memang ada penugasan-penugasan khusus yang diberikan pemerintah terutama pelayanan paspor, konsuler dan lain-lain.

Sebelumnya Hermono pernah menjadi Wakil Dubes RI di Kuala Lumpur dan Sekretaris BNP2TKI.

"Kami diminta memperbaiki pelayanan. Kami sudah menyampaikan surat ke Dirjen Imigrasi agar lebih ke 'IT based services' apalagi dengan kondisi sekarang ada pembatasan pergerakan bagi warga sehingga bagaimana memberikan pelayanan yang 'IT based' tetapi 'user friendly'," katanya.

Terkait dengan tugas tersebut pihaknya juga sudah menghubungi Mandiri Remittance tentang kemungkinan kaunter-nya dipakai untuk pendaftaran online.

"Jadi berbagai opsi sedang kita kaji. Bagaimana memperbaiki pelayanan mumpung sekarang ada pembatasan pergerakan," katanya.

Dia mengatakan Kuala Lumpur memang memiliki isu pekerja migran  dan menjadi perhatian di Jakarta namun ekonomi juga menjadi prioritasnya.

"Bagaimana kita mengembangkan kerjasama ekonomi, perdagangan dan investasi. Situasi sekarang menantang sehingga harus lebih inovatif dan strategi pamasarannya diubah," katanya.

Hadir pada kesempatan tersebut Presiden Direktur Mandiri International Remittance Sdn Bhd Lugiyem beserta jajaran, Country Manager Pertamina di Malaysia Geodi Naim, General Manager Garuda Indonesia di Kuala Lumpur Fredrik Kasiepo, Branch Manager PT Citilink Indonesia di Kuala Lumpur Moch Dikdik Mulyana, CEO Telin Indonesia Devy Siregar.

Juga hadir perwakilan Kalbe Malaysia Sdn Bhd Asep Dasuki dan Supridawati dari Bank Muamalat Indonesia di Kuala Lumpur.

Sedangkan duta besar didampingi Atase Perekonomian Harry Irawan, Atase Imigrasi Mulkan Lekat, Korfung Konsuler Rijal Al Huda, Korfung Pensosbud Yoshi Iskandar dan Atase Perhubungan Capt. Supendi.

Baca juga: KNPI nilai Hermono layak jadi Dubes Malaysia
Baca juga: Farhan: Hermono diajukan sebagai calon Dubes Malaysia
Baca juga: 552 pekerja migran ilegal dipulangkan dari Malaysia

Pewarta: Agus Setiawan
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Pelayanan KBRI Kuala Lumpur dibuka kembali

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar