MAMI dan Raiz Invest jalin kerja sama pemasaran reksa dana syariah

MAMI dan Raiz Invest jalin kerja sama pemasaran reksa dana syariah

Tangkapan layar Direktur & Interim Presiden Direktur MAMI Afifa saat memberikan keterangan dalam jumpa pers secara daring di Jakarta, Rabu. (ANTARA/Citro Atmoko)

Melalui kerja sama dengan Raiz yang memiliki aplikasi investasi mikro berbasis online dan fokus menjangkau generasi milenial, kami harap akan semakin banyak generasi milenial yang menikmati peluang investasi di pasar modal syariah Indonesia.
Jakarta (ANTARA) - Perusahaan manajer investasi PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) dan aplikasi investasi mikro berbasis online PT Raiz Invest Indonesia resmi menjalin kerja sama strategis terkait pemasaran reksa dana syariah.

Direktur & Interim Presiden Direktur MAMI Afifa mengatakan pandemi COVID-19 mempercepat perubahan perilaku konsumen menjadi lebih mengandalkan transaksi digital, termasuk pada transaksi reksa dana. Kerja sama strategis antara MAMI dengan Raiz terbentuk berdasarkan kesamaan pandangan tentang pentingnya kemudahan akses dan transaksi yang nyaman untuk berinvestasi di reksa dana syariah, termasuk bagi milenial.

"Melalui kerja sama dengan Raiz yang memiliki aplikasi investasi mikro berbasis online dan fokus menjangkau generasi milenial, kami harap akan semakin banyak generasi milenial yang menikmati peluang investasi di pasar modal syariah Indonesia," ujar Afifa saat jumpa pers secara daring di Jakarta, Rabu.

Baca juga: BEI sesuaikan batasan pergerakan harga untuk tingkatkan likuiditas ETF

Melalui aplikasi Raiz, investor bisa berinvestasi di reksa dana syariah kelolaan MAMI secara langsung dengan dana minimal Rp10 ribu. Selain itu, nasabah dapat melakukan investasi dengan memanfaatkan fitur Recurring (investasi berkala) dan Round-Ups (pembulatan) yang terdapat di aplikasi Raiz.

CEO Raiz Fahmi Arya mengatakan pihaknya mengapresiasi kerja sama dengan MAMI dalam menyediakan produk investasi yang halal, berkualitas, dan sangat terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk milenial.

"Melalui kerja sama dengan MAMI, salah satu perusahaan manajer investasi yang terbesar dan terpercaya di Indonesia, kami yakin Raiz dapat memperluas penetrasi pasar. Permintaan masyarakat terhadap produk investasi syariah semakin meningkat, oleh karena itu Raiz menggandeng MAMI dalam menyediakan alternatif reksa dana syariah," ujar Fahmi.

Baca juga: BEI: Jumlah ETF Indonesia terbanyak dibandingkan negara lain di ASEAN

Sejalan dengan pernyataan Fahmi, Director & Chief Legal, Risk and Compliance Officer MAMI sekaligus Kepala Unit Pengelolaan Investasi Syariah MAMI Justitia Tripurwasani mengatakan bahwa industri reksa dana syariah di Indonesia terus mengalami peningkatan dalam lima tahun terakhir.

Mengutip data dari situs web OJK, dalam lima tahun terakhir, sejak akhir September 2015 hingga akhir September 2020, industri reksa dana di Indonesia mengalami pertumbuhan yang sangat pesat, yaitu di atas 600 persen, jauh melampui pertumbuhan reksa dana konvensional yang tumbuh sekitar 80 persen pada periode yang sama.

"Demikian pula dalam setahun terakhir, AUM reksa dana syariah juga masih terus mengalami pertumbuhan yang menggembirakan. Kami melihat masih banyak peluang pertumbuhan, mengingat semakin banyak orang yang sadar akan pentingnya berinvestasi secara halal," ujar Justitia.

Baca juga: Kemenperin: Investasi sektor manufaktur makin moncer di tengah pandemi

Sementara itu, Ketua Dewan Pengawas Syariah MAMI Adiwarman Karim mengatakan, investasi itu sama dengan menanamkan kebaikan.

"Oleh karena itu kita harus terus berinvestasi, karena dengan berinvestasi, berarti kita telah melakukan suatu kebaikan. Agar lebih berkah, berinvestasilah di reksa dana yang syariah. Berkah ini penting, karena dalam kehidupan ini, kita bukan sekedar cari keuntungan duniawi namun juga mencari keberkahan," ujar Adiwarman.

Kini, reksa dana Manulife Dana Kas Syariah (MDKS) dan Manulife Syariah Sukuk Indonesia (MSSI) telah tersedia di aplikasi Raiz. MDKS merupakan reksa dana pasar uang dengan tingkat risiko yang konservatif. Secara historis, MDKS cocok untuk investor yang baru mulai mencoba investasi di reksa dana, cocok bagi investor yang mencari stabilitas kinerja, dan juga cocok untuk menyimpan dana darurat yang perlu dicairkan sewaktu-waktu.

MSSI merupakan reksa dana obligasi (sukuk) dengan tingkat risiko dan potensi imbal hasil satu tingkat di atas MDKS. MSSI cocok untuk investor yang memiliki tujuan investasi yang ingin dicapai dalam tiga tahun ke atas. Horizon investasi yang lebih panjang tentunya akan ideal untuk meminimalisir risiko volatilitas pasar.

Melalui investasi di reksa dana MSSI, investor dapat menikmati kemudahan investasi di beragam sukuk tanpa perlu repot, karena dikelola oleh manajer investasi yang profesional. Investor dapat membeli reksa dana MDKS maupun MSSI dengan memanfaatkan fitur Recurring (investasi berkala) dan Round-Ups.

Fitur Recurring akan membangun kedisiplinan berinvestasi dengan mengatur jadwal dan jumlah dana yang akan diinvestasikan secara berkala. Fitur Round-Ups dapat mencatat transaksi akun internet banking yang dihubungkan ke aplikasi Raiz.

Pada catatan tersebut akan dilakukan pembulatan untuk setiap nominal transaksi dan akan diakumulasi sisihan dana pembulatan tersebut untuk diinvestasikan oleh nasabah. Fitur tersebut dapat memberi kemudahan bagi nasabah untuk melakukan investasi tanpa harus mengubah gaya hidup.

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Daging di Aceh melonjak Rp50 ribu dibanding hari normal

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar