DKI distribusi sarana antisipasi musim hujan ke lima wilayah Jakarta

DKI distribusi sarana antisipasi musim hujan ke lima wilayah Jakarta

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (tengah) menyerahkan bantuan sarana prasarana pendukung penanggulangan banjir kepada Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan, Marullah Matali (kedua dari kanan) di Kantor Pemkot Jakarta Selatan, Rabu (18/11/2020). ANTARA/HO-Kominfotik Jakarta Selatan/am.

Jadi, kita harus biasakan simulasi
Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mendistribusikan sarana pendukung untuk mengantisipasi musim hujan 2020/2021 ke lima wilayah Kota Administrasi, Rabu.

Wagub DKI Ahmad Riza Patria di Jakarta, menjelaskan, sarana pendukung tersebut 29 perahu jerigen, 29 ring buoy, 58 dayung, 65 ban dalam truk, 13 rompi, 13 topi, 333 buku pedoman untuk OPD, 33.060 buku panduan untuk masyarakat dan 21.000 masker kain.

"Intinya, semua sumber daya dan alat yang ada perlu dikerahkan untuk meminimalisir dampak musim hujan yang mungkin terjadi," katanya.

Riza mengaku Jakarta datarannya rendah sehingga setiap musim hujan, sebagian besar wilayahnya banjir dan tergenang air.

Baca juga: Wagub DKI pastikan pencegahan banjir berjalan optimal

Namun demikian, tegasnya, semua terus berupaya semaksimal mungkin dengan sumber daya manusia dan alat kita berupaya untuk melakukan kerja-kerja dalam penanganan banjir.

Riza juga mengungkapkan menjelang musim penghujan seluruh jajarannya sedang berusaha keras melakukan upaya-upaya antisipatif seperti pengerukan saluran-saluran air.

"Kita tidak akan berhenti. Kita akan terus melaksanakan berbagai kegiatan di antaranya yang bisa kita lakukan adalah melakukan pengerukan kali, sungai, waduk, situ, embung, membersihkan selokan di lingkungan kita semua, agar tidak jadi penyumbat aliran air," tutur Riza.

Tak lupa, Riza juga mengingatkan agar penanganan banjir khususnya kepada para pengungsi nantinya harus mengikuti protokol kesehatan di tengah pandemi COVID-19, termasuk perlu diadakan simulasi penanganan banjir yang dilakukan secara intensif di masyarakat.

Baca juga: Pemkot Jakarta Selatan terima bantuan sapras penanggulangan banjir

"Jadi kita harus biasakan simulasi. Di Jepang itu anak-anak sejak usia TK sudah biasa disimulasikan adanya potensi gempa. Jadi masyarakat Jepang itu sejak kecil sampai lansia sudah siap. Warga Jakarta juga pernah ikut merasakan simulasi. Jadi ketika banjir, kita semua sudah siap. Saya kira itu," ucap Riza.

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Tebing turap di Batuampar amblas akibat luapan banjir

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar