Siswa Smamita Sidoarjo juarai Internasional Science and Invention Fair

Siswa Smamita Sidoarjo juarai Internasional Science and Invention Fair

Salah satu alat pendeteksi cairan infus karya siswa Smamita Sidoarjo (ANTARA/Indra)

empat tim berhasil meraih empat emas, dua perak dan special awards OCIIP
Sidoarjo (ANTARA) -
Siswa SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita) di Sidoarjo Jawa Timur berhasil menjuarai perlombaan Internasional Science and Invention Fair (ISIF) yang diselenggarakan secara virtual pada Oktober lalu.
 
Koordinator Ekstra Kelompok Ilmiah Smamita Sidoarjo Bachtiar, Rabu mengatakan perlombaan itu diikuti 400 tim dari 30 negara.
 
"Dari tujuh kategori yang dilombakan kami mengirimkan enam tim. Dan dari enam tim tersebut empat tim berhasil meraih empat emas, dua perak dan special awards OCIIP dari juri Nigeria," katanya saat temu media di Sidoarjo.
 
Ia mengemukakan, beberapa negara yang turut dalam kegiatan itu di antaranya adalah Malaysia, Singapura, Thailand, Nigeria, Jepang.
 
"Setiap satu tim terdiri dari enam orang peserta, mempresentasikan hasil karya mereka di antaranya alat pendeteksi suhu tubuh, alat pendeteksi infus, masker herbal dan juga laman penunjuk lokasi wisata," katanya.
 
Pada kesempatan yang sama, Salsabila Putri Ramadhani kelas 12 IPA 4 Smamita mengatakan masker herbal yang diberi nama "Mint Eucalyptus Mask" ini masuk dalam kategori life science.
"Modelnya seperti masker pada umumnya, namun di dalamnya kami menempatkan serbuk daun kayu putih dan juga daun mint yang memiliki khasiat untuk melegakan pernafasan," katanya.
 
Ia mengatakan, masker tersebut sangat cocok digunakan saat pandemi seperti sekarang ini karena kandungan mint dan juga kayu putih bisa melindungi tubuh dan juga meningkatkan daya tahan tubuh.
 
"Saat ini kami masih membuat beberapa masker saja, dan ke depan akan terus dikembangkan menjadi lebih banyak lagi," ucapnya.
 
Hasil cipta karya siswa lainnya yakni "Wireless Infraret Infuse Monitor Based on Arduino and NRF24L01 Module" yang masuk dalam kategori Physics and Engineering.
 
Muhammad Hussein Aprianto XII IPA 5 ketua tim kelompok ini menjelaskan, alat yang diciptakan itu bisa mendeteksi isi dari kantong infus pasien melalui jarak jauh.
 
"Jadi sangat efektif digunakan oleh petugas rumah sakit mengingat petugas juga harus melindungi diri mereka tanpa harus memantau dari dekat kalau infus pasien akan habis," ucapnya.

Baca juga: Siswa MAN 1 Pekanbaru sabet "runner up" kompetisi astronomi dunia

Baca juga: 12 tim peneliti muda Kota Denpasar ikuti "Thailand Inventor's Day"

Pewarta: Indra Setiawan
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Tas bordir khas Aceh tembus pasar Internasional

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar