MotoGP

Menuju GP Portugal, akankah Suzuki sapu bersih tiga mahkota MotoGP?

Menuju GP Portugal, akankah Suzuki sapu bersih tiga mahkota MotoGP?

Pebalap tim Suzuki Ecstar Joan Mir dan pebalap Ducati Andrea Dovizioso di sesi latihan bebas Grand Prix Eropa, Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, Spanyol. (7/11/2020). ANTARA/ Jose Jordan/AFP/pri.

Jakarta (ANTARA) - Joan Mir telah meraih gelar juara dunia MotoGP di Valencia akhir pekan lalu dan titel tim terbaik kelas premier telah dikunci oleh Suzuki berkat penampilan konsisten sang pebalap Spanyol itu dan kompatriotnya Alex Rins tahun ini.

Mir telah mengantarkan Suzuki menjadi juara dunia lagi 20 tahun setelah Kenny Roberts Jr. mengklaim titel kelas 500cc pada 2000.

Penantian yang cukup panjang bagi pabrikan asal Hamamatsu, Jepang itu, untuk bisa kembali ke atas. Dengan itu, Mir menyandingkan namanya bersama juara dunia kelas premier dari tim Suzuki seperti Barry Sheene, Marco Luchinelli, Franco Uncini, Kevin Scwantz dan Kenny Roberts Jr.

Sedangkan Rins tampil agresif di Valencia setelah start dari P14 dan finis P4 untuk mendulang poin demi membantu mengamankan titel tim untuk Suzuki di saat Mir mengunci titelnya dengan hanya finis di P7.

Baca juga: Fakta menarik Joan Mir, juara dunia MotoGP 2020
Baca juga: Joan Mir ditambah konsistensi sama dengan titel MotoGP

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by MotoGP (@motogp)



Tahun 2020 sepertinya menjadi momentum yang tepat bagi Suzuki, yang merayakan 100 tahun hari jadi mereka selain tampil segar dengan livery klasik, perpaduan warna biru dan perak di motor GSX-RR Mir dan Rins tahun ini.

Setelah menjalani 13 seri balapan yang fenomenal di musim yang terdampak krisis kesehatan global, tugas kedua pebalap itu belum usai karena masih ada satu titel yang diperebutkan di Portugal.

Titel pebalap dan tim terbaik telah di tangan Suzuki sejak GP Valencia pekan lalu karena tim rival terdekat mereka, Petronas Yamaha sekarang terpaut 79 poin dengan 45 poin tersisa di seri pemungkas Portugal.

Grand Prix Portugal di Sirkuit Algarve akhir pekan ini akan menjadi duel antara Hamamatsu melawan Bologna, Jepang melawan Italia, ketika Suzuki dan Ducati sama-sama mengoleksi 201 poin di klasemen konstruktor.

Apapun motor yang melintasi garis finis lebih dulu akan mengklaim titel konstruktor.

Catatan laman resmi MotoGP menyebutkan Suzuki terakhir kali menjadi juara dunia konstruktor pada 1982, 37 tahun lalu.

Baca juga: Crutchlow gantikan Lorenzo sebagai test rider Yamaha mulai 2021
Baca juga: Gandeng Gresini Racing, Indonesian Racing hadir di empat kelas MotoGP


"Seluruh tim masih merasa luar biasa setelah apa yang terjadi akhir pekan lalu di Valencia, kami benar-benar meraih impian terbesar kami dengan Joan," kata manajer tim Suzuki Davide Brivio seperti dilansir laman resmi tim.

"Kami menanti kembali ke trek untuk balapan terakhir musim ini, dan berharap menyapu 'tiga mahkota' yaitu titel pebalap, tim dan konstruktor, yang akan sangat luar biasa."

"Tentunya akhir pekan nanti tidak akan mudah karena sirkuit ini baru bagi setiap orang, dan kami akan memberikan yang terbaik sejak Jumat dan selanjutnya untuk melihat bagaimana hasilnya.

Sirkuit Algarve di Portimao menjalani debutnya sebagai tuan rumah Grand Prix pemungkas MotoGP tahun ini dan untuk pertama kalinya bagi Portugal sejak balapan di sirkuit lama, Estoril, pada 2012.

Para tim dan pebalap juga telah mendapatkan sedikit gambaran trek di Portimao itu ketika mereka menjalani tes pada awal Oktober.

Baca juga: Karakteristik trek Portimao menjadi tantangan baru di MotoGP
Baca juga: Rossi komentari trek Portimao setelah rampungkan sesi tes MotoGP

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by MotoGP (@motogp)



GP Portugal tahun ini juga akan menjadi balapan terakhir Andrea Dovizioso bersama Ducati di saat sang pebalap Italia akan "cuti" dari MotoGP tahun depan karena belum mendapatkan bangku untuk membalap.

Dovi saat ini menempati peringkat enam klasemen pebalap, dengan poin yang sama dengan Fabio Quartararo, dan masih memiliki peluang untuk bertarung untuk runner-up.

"Saya bersemangat kembali ke trek akhir pekan ini di Portiamo. Meski akan berat, kami masih bisa menantang untuk posisi kedua atau ketiga di kejuaraan," kata Dovi.

"Akan luar biasa mengakhiri petualangan saya dengan Ducati dan musim yang sungguh sulit ini dengan mencapai tujuan ini.

Sementara itu, Yamaha, yang sempat diganjar penalti pengurangan 50 poin karena kedapatan menggunakan komponen mesin yang menyalahi regulasi, menghuni peringkat tiga dengan 188 poin.

Yamaha, yang terpaut 13 poin, masih memiliki peluang untuk mencuri titel konstruktor jika tidak ada motor Suzuki ataupun Ducati yang finis dengan poin di Portugal nanti.

Baca juga: MotoGP rilis kalender provisional 2021, Mandalika jadi cadangan
Baca juga: GP Ceko belum jelas untuk kalender MotoGP 2021

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

MotoGP Mandalika 2021, ini potensi keuntungannya

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar