Wamen BUMN nilai sertifikasi SafeGuard dapat dorong pemulihan ekonomi

Wamen BUMN nilai sertifikasi SafeGuard dapat dorong pemulihan ekonomi

Tangkapan layar - Wakil Menteri BUMN I Budi Gunadi Sadikin (kanan) di sela seremoni penyerahan SaveGuard Label milik Surveyor Indonesia - Bureau Veritas, di Jakarta, Kamis (19/11/2020). ANTARA/ Zubi Mahrofi

Ide bisnis dari Surveyor Indonesia dengan memasukkan program sertifikasi SafeGuard Label ini sangat inovatif, sangat membantu membangkitkan kepercayaan masyarakat atas rasa aman
Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri BUMN I Budi Gunadi Sadikin menilai bahwa program sertifikasi SafeGuard Label milik Surveyor Indonesia - Bureau Veritas dapat membantu membangkitkan kepercayaan masyarakat atas rasa aman dalam beraktivitas sehingga mendorong pemulihan ekonomi.

"Ide bisnis dari Surveyor Indonesia dengan memasukkan program sertifikasi SafeGuard Label ini sangat inovatif, sangat membantu membangkitkan kepercayaan masyarakat atas rasa aman," ujar Budi Gunadi Sadikin di sela seremoni penyerahan SaveGuard Label milik Surveyor Indonesia - Bureau Veritas kepada Kementerian BUMN, di Jakarta, Kamis.

Menurut dia, program sertifikasi SafeGuard Label itu dapat mengubah rasa takut di masyarakat menjadi rasa aman, sehingga roda ekonomi nasional dapat berputar kembali.

"Krisis kesehatan ini telah mengharuskan kita untuk mengurangi aktivitas fisik, padahal kita ketahui bersama hampir seluruh roda ekonomi di Indonesia sangat tergantung pada kontak fisik. Begitu semua masyarakat merasa aman dan mau melakukan kontak fisik, roda ekonomi akan berputar kembali," katanya.

Ia mengatakan jika program sertifikasi itu berhasil dilaksanakan dengan baik, masyarakat akan merasa lebih aman untuk datang ke suatu tempat yang sudah disertifikasi.

"Dan insya-Allah begitu kontak fisik mulai terjadi roda ekonomi akan berputar normal kembali," ucapnya.

Sementara itu, dalam kesempatan lain Budi yang juga Ketua Satgas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional (PEN) mengatakan pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp695 triliun guna mengatasi dampak pandemi, baik dari sektor kesehatan dan pemulihan ekonomi.

Realisasi penyaluran program PEN hingga 2 November 2020 mencapai Rp366 triliun.

"Sampai dengan 2 November 2020, realisasi program PEN sudah mencapai Rp366 triliun atau 51,9 persen dari total anggaran," jelas Budi.

Baca juga: Surveyor Indonesia restrukturisasi pinjaman UMKM mitra binaan

Baca juga: Surveyor Indonesia tawarkan jasa sertifikasi bagi pelaku industri

Baca juga: Surveyor Indonesia mantapkan diri dalam bisnis berbasis digital



 

Pewarta: Zubi Mahrofi
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Pemerintah siapkan PMN sebesar Rp2 triliun untuk BUMN Farmasi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar