Wall Street dibuka jatuh setelah data pengangguran AS tetap tinggi

Wall Street dibuka jatuh setelah data pengangguran AS tetap tinggi

Ilustrasi - Para pialang sedang bekerja di lantai Bursa Efek New York (NYSE), Wall Street, Amerika Serikat. ANTARA/Reuters

New York (ANTARA) - Saham-saham di Bursa Efek New York, Wall Street, Amerika Serikat, dibuka lebih rendah pada perdagangan Kamis pagi waktu setempat setelah data menunjukkan klaim pengangguran di negara itu tetap tinggi.

Tak lama setelah bel pembukaan, Indeks Dow Jones Industrial Average jatuh 157,08 poin atau 0,53 persen menjadi 29.281,34. Indeks S&P 500 berkurang 15,85 poin, atau 0,44 persen menjadi 3.551,94. Indeks Komposit Nasdaq tergelincir 14,60 poin atau 0,12 persen menjadi 11.787,00.

Semua 11 sektor utama Indeks S&P 500 bergerak mundur, dengan sektor keuangan dan utilitas turun lebih dari 1 persen pada perdagangan pagi, memimpin penurunan.

Baca juga: Wall Street anjlok, Indeks Dow Jones merosot hingga 344,93 poin

Departemen Tenaga Kerja AS pada Kamis melaporkan klaim pengangguran awal di negara itu, sebuah cara kasar untuk mengukur PHK, tercatat 742.000 dalam pekan yang berakhir 14 November, meningkat 31.000 dari level revisi pekan sebelumnya. Laporan itu juga menunjukkan pemulihan pasar tenaga kerja melambat di tengah pandemi yang melonjak.

Analis yang disurvei oleh Bloomberg memperkirakan klaim awal akan turun menjadi 700.000. Lonjakan infeksi COVID-19 di Amerika Serikat terus menghadirkan "headwind".

Menurut penghitungan Universitas Johns Hopkins, di AS telah terjadi lebih dari 11,5 juta kasus infeksi COVID-19 dengan jumlah kematian akibat penyakit itu melebihi 250.000 jiwa.

Pada hari Rabu saham-saham AS menurun dengan Indeks Dow Jones ditutup turun lebih dari 300 poin di tengah kekhawatiran Virus Corona.

Baca juga: Saham Tokyo dibuka merosot saat ambil untung setelah Wall Street jatuh

Penerjemah: Risbiani Fardaniah
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar