Wall Street naik, ditopang bahasan stimulus redakan khawatir lockdown

Wall Street naik, ditopang bahasan stimulus redakan khawatir lockdown

Ilustrasi - Para pialang sedang bekerja di lantai Bursa Saham New York, Wall Street, Amerika Serikat. ANTARA/REUTERS/Brendan McDermid/am.

Jelas pasar melambung pada optimisme itu
New York (ANTARA) - Wall Street berakhir di wilayah positif pada Kamis (Jumat pagi WIB), ketika harapan stimulus baru mendukung sentimen investor menjelang akhir sesi yang penuh dengan kekhawatiran atas peningkatan penutupan dan pemutusan hubungan kerja terkait dengan melonjaknya tingkat infeksi COVID-19.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 44,81 poin atau 0,15 persen menjadi ditutup pada 29.483,23 poin. Indeks S&P 500 bertambah 14,08 poin atau 0,39 persen, menjadi berakhir di 3.581,87 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup 103,11 poin atau 0,87 persen lebih tinggi, menjadi 11.904,71 poin.

Sembilan dari 11 sektor utama S&P 500 menguat, dengan sektor energi dan teknologi ditutup masing-masing 1,53 persen dan 0,84 persen lebih tinggi, melampaui sisanya. Namun, sektor utilitas tergelincir 1,03 persen, menjadi kelompok dengan kinerja terburuk.

Baca juga: Wall Street dibuka jatuh setelah data pengangguran AS tetap tinggi

Ketiga indeks utama mendapat dorongan yang sehat setelah Pemimpin Minoritas Senat Chuck Schumer mengatakan Pemimpin Mayoritas Senat Mitch McConnell telah setuju untuk menghidupkan kembali pembicaraan guna menyusun paket bantuan fiskal baru.

“Kami telah melihat pedoman ini sebelumnya, di mana investor berduyun-duyun ke (saham-saham) teknologi yang aman dan tumbuh ketika ekonomi menunjukkan tanda-tanda melambat,” kata Ahli Strategi Pasar Senior LPL Financial, Ryan Detrick, di Charlotte, North Carolina. Tapi semuanya berubah sekarang karena ada harapan untuk rencana stimulus berikutnya.

"Jelas pasar melambung pada optimisme itu."

Baca juga: Dolar melemah lagi untuk hari ke-6, pasar sensitif berita stimulus AS

Meski begitu tingkat infeksi COVID-19 yang melonjak membuat investor beralih ke saham-saham pertumbuhan terkemuka di pasar yang telah menunjukkan ketahanan terhadap pandemi.

Saham-saham raksasa teknologi AS termasuk Facebook, Apple, Amazon, Netflix, dan perusahaan induk Google, Alphabet, naik.

Indeks Semikonduktor SE Philadelphia, yang berkembang pesat selama krisis kesehatan, dengan mudah mengungguli pasar yang lebih luas, naik 1,6 persen.

Baca juga: Harga emas jatuh lagi, amblas 12,4 dolar dipicu harapan ekonomi pulih

Jumlah pekerja AS yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran secara tak terduga naik minggu lalu, data tersebut melukiskan gambaran suram tentang peningkatan PHK yang semakin kuat karena lonjakan kasus Virus Corona dan penutupan selanjutnya terus membuat pincang pasar tenaga kerja.

Rekor jumlah infeksi telah menyebabkan rawat inap COVID melonjak hingga 50 persen dan telah mendorong sekolah dan bisnis ditutup lagi, menggagalkan pemulihan ekonomi terbesar dunia dari resesi terdalam sejak Depresi Hebat.

Musim pelaporan keuangan kuartal ketiga mendekati garis akhir, dengan 472 perusahaan di S&P 500 telah melaporkan. Dari jumlah tersebut, 84,5 persen telah mengalahkan konsensus, menurut data Refinitiv.

Baca juga: Harga minyak merosot, lonjakan virus picu kekhawatiran permintaan

Macy's Inc melaporkan penurunan 20 persen dalam penjualan kuartalan di toko yang sama dan department store memperkirakan musim liburan yang sulit.

Pembuat chip Nvidia Corp memperkirakan sedikit penurunan dalam penjualan chip pusat data tetapi perusahaan mengalahkan ekspektasi pendapatan kuartalan.

Baca juga: Saham Prancis ditutup merosot, saham Danone jatuh 3,11 persen

Baca juga: Saham Inggris ditutup rugi, Indeks FTSE 100 terpangkas 0,80 persen

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Presiden buka perdagangan perdana, IHSG menguat

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar