Pengemudi ojek daring jadi korban begal di Tamansari

Pengemudi ojek daring jadi korban begal di Tamansari

Ilustrasi - aksi begal atau aksi kejahatan dengan kekerasan di jalan. ANTARA/Ardika/am.

mendapat luka tusuk di bokong akibat senjata tajam tersebut, dan segera dilarikan ke rumah sakit terdekat
Jakarta (ANTARA) - Seorang pengemudi ojek daring, Aditya Wiratama Sukma Riyanto (18) menjadi korban begal, dan terluka akibat terkena tusukan senjata tajam di Tamansari, Jakarta Barat, Jumat dini hari.

Kapolsek Metro Tamansari AKBP Abdul Ghafur mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan atas kasus tersebut.

Baca juga: Seorang lagi pelaku begal perwira marinir diminta untuk serahkan diri

“Sedang pendalaman (kasus) dengan Kanit Reskrim. Nanti akan dikabari lebih lanjut,” ujar Ghafur di Jakarta, Jumat.

Menurut keterangan korban, insiden tersebut terjadi pada pukul 03.30 WIB, saat ia mengantarkan makanan menuju kantor Jaya Agency, melintas di kawasan Tamansari.

Baca juga: Polrestro Jakarta Selatan gelar patroli jamin keamanan pesepeda

Dia dihadang oleh lima orang pelaku begal yang berboncengan dengan dua motor, kemudian memepet korban dan memaksanya berhenti di jalan.

Salah satu pengendara motor mengancam pengemudi ojek daring tersebut dengan senjata tajam agar mau berhenti.

Baca juga: Polrestro Jaksel bentuk Tim Satgas Anti Begal

Motor milik Aditya hendak dirampas oleh dua pelaku, namun dia melawan. Akibatnya, dia mendapat luka tusuk di bokong akibat senjata tajam tersebut, dan segera dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Motor tersebut tidak jadi dirampas oleh para pelaku begal, namun dompet dan ponsel Aditya telah berada di tangan para pelaku.

Sementara, Kanit Reserse Kriminal Polsek Metro Tamansari AKP Lalu Musti Ali mengatakan pihaknya baru mengamankan satu terduga pelaku yang ditangkap oleh warga saat ditemukan terjatuh usai insiden tersebut.

Namun karena tidak adanya saksi pada insiden tersebut selain korban, polisi masih melakukan pendalaman.

“Karena situasi di TKP gelap dan keterangan masih berdiri sendiri (tidak ada saksi), jadi kami belum memberi kesimpulan,” ujar dia.

Pewarta: Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar