G20 diharapkan bersatu hadapi pandemi dan tantangan dunia lainnya

G20 diharapkan bersatu hadapi pandemi dan tantangan dunia lainnya

Otoritas di Arab Saudi selaku penyelenggara KTT G20 di Riyadh menyiarkan foto yang berisi hasil proyeksi gambar diri para pemimpin negara-negara anggota G20 di tembok bangunan bersejarah di Distrik At-Turaif, Ad-Driyah, Jumat (20/11/2020). Untuk pertama kalinya, KTT G20 pada 2020 digelar secara virtual dari Riyadh, Arab Saudi, akibat pandemi COVID-19. (ANTARA/HO-G20 Riyadh Summit)

Jakarta (ANTARA) - Negara-negara yang tergabung dalam kelompok 20 ekonomi utama dunia (G20) diharapkan dapat meningkatkan persatuan dan kerja sama menghadapi pandemi COVID-19 serta tantangan dunia lainnya seperti dampak perubahan iklim, kesenjangan, dan kebutuhan mewujudkan ekonomi yang berkelanjutan.

Harapan itu disampaikan oleh sejumlah pemimpin negara anggota G20, di antaranya Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte, Presiden Turki Reccep Tayyip Erdogan, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, dan Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez, beberapa jam sebelum pertemuan para pemimpin G20 yang diadakan secara virtual dari Riyadh, Arab Saudi, Sabtu.

"Kita harus selalu bersatu dan kita harus menggunakan peluang yang ada dalam krisis ini untuk menciptakan normal baru yang lebih baik," kata PM Conte saat menyampaikan sambutannya, sebagaimana disiarkan oleh penyelenggara.

Ia menjelaskan hasil pertemuan para pemimpin nantinya akan menunjukkan seberapa besar komitmen G20 untuk bekerja sama memulihkan diri dari krisis kesehatan akibat pandemi COVID-19 dan menemukan solusi dari berbagai masalah yang dihadapi warga dunia.

"Italia, yang akan menjadi ketua G20 pada 2021, berkomitmen untuk mewujudkan komitmen bersama yang disepakati dalam konferensi tingkat tinggi (KTT) di Riyadh hari ini dan akan melanjutkan berbagai peran penting G20," tambah Conte.

Sementara itu, Presiden Erdogan mengatakan G20 mengemban tanggung jawab untuk menyatukan seluruh kekuatan terbesar ekonomi dunia untuk bekerja sama menghadapi pandemi.

"Saya meyakini pandemi COVID-19 telah meningkatkan rasa tanggung jawab kita dan menunjukkan betapa pentingnya peran G20 untuk menyatukan ekonomi terbesar dunia di bawah satu atap yang sama," ujar Erdogan.

Pernyataan Erdogan kembali ditegaskan oleh Perdana Menteri Inggris Boris Johnson. Ia mengatakan G20 harus memenuhi janjinya yang telah diserukan pada pertemuan pada Maret 2020. "G20 pada Maret berjanji akan melakukan apapun untuk menanggulangi pandemi, melindungi nyawa dan sumber penghidupan masyarakat," kata PM Johnson.

Ia menegaskan dunia hanya akan selamat dan bertahan dari krisis jika saling bersatu dan tidak mementingkan kepentingan sendiri.

Terakhir, Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez mengatakan G20 mengemban tanggung jawab untuk meminimalisir dampak pandemi COVID-19.

Oleh karena itu, Pemerintah Spanyol berharap hasil KTT G20 di Riyadh malam in dapat menciptakan strategi bersama yang dapat memulihkan perekonomian dunia setelah dihantam krisis dan resesi.

G20 merupakan blok ekonomi yang menjadi wadah bagi pemerintah dan bank sentral di 19 negara dan satu kawasan, yaitu Uni Eropa, untuk membangun kerja sama dan menyamakan visi demi membangun perekonomian dunia yang bebas dan terbuka. G20 saat ini terdiri dari Argentina, Australia, Brazil, Kanada, China, Prancis, Jerman, India, Indonesia, Italia, Jepang, Korea Selatan, Meksiko, Rusia, Arab Saudi, Afrika Selatan, Turki, Inggris, Amerika Serikat, dan Uni Eropa.

Baca juga: Inggris akan dorong G20 berperan aktif hadapi dampak perubahan iklim
Baca juga: Raja Salman buka KTT G20, soroti penyelamatan nyawa dan ekonomi
Baca juga: Presiden Jokowi hadiri KTT G20 secara virtual


Pewarta: Genta Tenri Mawangi
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Indonesia susun kerangka agenda ekonomi 2021 untuk KTT G20

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar