Memahami misi dan komitmen besar China menuju modernisasi

Memahami misi dan komitmen besar China menuju modernisasi

Press Release (AsiaNet)

AsiaNet 86791

Guangzhou, China, 21 November 2020 (Antara/Xinhua-AsiaNet)- Understanding China Conference 2020 dimulai pada hari Jumat di Guangzhou, provinsi Guangdong China selatan, memfasilitasi diskusi beragam segi dan mendalam untuk meningkatkan saling pengertian antara China dan seluruh dunia. 

Bertema "Huge Shake-up, Big Test, Great Cooperation -- China's New Journey toward Modernization and Building a Community of a Shared Future for Humanity", acara tiga hari ini telah menarik lebih dari 600 politisi, ahli strategi, cendekiawan, dan pengusaha ternama, serta perwakilan organisasi internasional, demikian penyelenggaranya.

Para peserta menghadiri diskusi, seminar, dan forum baik online maupun offline dalam sesi paralel tiga hari, mengenai sepuluh topik seperti pola pembangunan baru China, keamanan, tata kelola global, dan pemulihan ekonomi. Pertukaran ide ini menjadi masukan penting bagi dunia untuk bekerja sama dengan kognisi, konsensus dan kolaborasi yang lebih dalam melawan dampak COVID-19 dan anti-globalisasi.

Diyakini, dengan alasan yang baik, bahwa acara tersebut akan memberikan interpretasi yang menggugah pemikiran tentang pendekatan China terhadap perkembangan politik, ekonomi, sosial, budaya dan ekologi, yang menggambarkan prospek yang menarik dalam perjalanan baru China untuk sepenuhnya membangun negara sosialis modern, menyampaikan, secara tepat waktu dan efektif, harapan baik China dalam inisiatifnya untuk komunitas dengan masa depan bersama bagi umat manusia, dan berbagi semangat, kebijaksanaan dan solusi China dengan seluruh dunia.

Konferensi tersebut berlangsung di tengah pandemi COVID-19, yang telah membawa tantangan besar bagi China dan perubahan besar-besaran di dunia, kata Li Junru, wakil ketua China Institute for Innovation & Development Strategy, pada taklimat pers sebelum konferensi.

Para tamu berbagi pandangan dan komentar mereka tentang pencapaian rakyat China selama 40 tahun terakhir sejak peluncuran kebijakan "reformasi dan keterbukaan".

"China adalah satu-satunya negara di dunia yang memiliki setiap kategori industri yang diuraikan dalam daftar klasifikasi industri PBB," ujar Zheng Bijian, ketua China Institute for Innovation & Development Strategy.

"Pemerintah China sangat menentukan dalam membuka gerbangnya lebih lebar. Ini membantu menstabilkan rantai industri dan pasokannya serta mendorong perkembangannya melalui pembukaan tingkat tinggi," ucap Zheng.

Komitmen berkelanjutan China terhadap keterbukaan, kerjasama yang saling menguntungkan, reformasi dan inovasi terlihat jelas dari peningkatan impor dan ekspor yang terus menerus, pertumbuhan dalam memanfaatkan investasi asing, pengembangan investasi luar negeri yang tertib, partisipasi lebih lanjut dalam pembagian kerja global, liberalisasi berkelanjutan akses pasar ke investasi asing, percepatan pengembangan zona perdagangan bebas, penandatanganan RCEP dengan 14 negara lain, pengesahan Undang-Undang Penanaman Modal Asing, dan penyelenggaraan China International Import Expo. Negara tersebut telah meluncurkan sejumlah langkah besar untuk memperluas keterbukaan dan memenuhi komitmen seriusnya bahwa "pintu keterbukaan China tidak akan pernah ditutup tetapi akan terbuka lebih lebar." Ini akan membawa lebih banyak peluang bagi pasar, investasi dan pertumbuhan bagi semua negara sambil mewujudkan pembangunannya sendiri.

Para pembicara pada upacara pembukaan juga berbagi pandangan mereka tentang perkembangan di masa depan dan kerjasama internasional.

"Pertanyaan paling penting dalam hubungan internasional adalah apakah kita dapat menemukan dasar kerja sama di masa depan dan mencegah penurunan ke masa depan 'satu dunia, dua sistem'," kata Gordon Brown, mantan perdana menteri Inggris, dengan menambahkan bahwa satu-satunya jalan keluar adalah kerjasama yang bertanggung jawab.

Diluncurkan pada 2013, Understanding China Conference telah berfungsi sebagai platform bagi dunia untuk memahami perkembangan China.

Konferensi tahun ini merupakan yang kelima, dan yang kedua kalinya digelar di Guangzhou.

Sumber: China Institute for Innovation & Development Strategy

Pewarta: PR Wire
Editor: PR Wire
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar