Kemenperin: kualitas produk Bangga Buatan Indonesia semakin baik

Kemenperin: kualitas produk Bangga Buatan Indonesia semakin baik

Pengunjung memilih berbagai produk IKM lokal di Plaza Lebak di Lebak, Banten, Jumat (11/9/2020). Sebanyak 120 pelaku industri, kecil, dan menengah (IKM) berbagai macam jenis produk ditempatkan di Plaza Lebak oleh Pemda setempat sebagai promosi produk daerah sekaligus mendukung gerakan Bangga Buatan Indonesia. ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas/agr/pras.

masyarakat bisa mencari produk-produk IKM yang berkualitas dan bisa membeli melalui berbagai jalur transaksi digita
Jakarta (ANTARA) - Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Dirjen IKMA) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih menilai, kualitas produk-produk dalam program BBI semakin baik, yang dapat dilihat dari orisinalitas ide, produk yang mengusung kearifan lokal, serta inovasi, dampak dan manfaat dari poduk tersebut, dengan tetap memperhatikan dan menerapkan standar dan kualitas produk.

“Tidak hanya itu, pemanfaatan teknologi juga menjadi unsur penting dari produk tersebut,” ujar Gati yang menjadi salah satu anggota dewan juri untuk Anugerah BBI 2020 lewat keterangan resmi, Senin.

Kemenperin sangat menyambut baik dan mendukung gerakan nasional Bangga Buatan Indonesia yang menunjukkan gotong royong antara pemerintah, masyarakat, serta pelaku usaha dengan belanja produk dalam negeri, utamanya produk IKM, secara digital.

Sebagai bentuk dukungan, Kemenperin melaksanakan kampanye dengan tema #SemuanyaAdaDisini yang telah dilaksanakan pada tanggal 1-15 Juli 2020. Kampanye tersebut membawa pesan utama bahwa industri nasional telah mampu menghasilkan produk berkualitas untuk memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat.


Baca juga: Kemenperin: 1,6 juta IKM berpartisipasi dalam Bangga Buatan Indonesia
 

Selanjutnya, #SemuanyaAdaDisini secara strategis disinergikan dengan program e-Smart IKM, sebuah program digitalisasi IKM yang telah dilaksanakan Kemenperin sejak tahun 2017.

Kampanye #SemuanyaAdaDisini dinilai berhasil mengajak 3.958 pelaku usaha untuk mendaftar, yang kemudian diseleksi menjadi 2.017 IKM untuk mengikuti program pembinaan lanjutan dari Kemenperin.

Program pembinaan yang diberikan meliputi webinar, workshop daring, pendampingan, fasilitasi sertifikasi produk dan fasilitasi katalog digital melalui situs www.esmartikm.id.

“Melalui katalog digital tersebut, masyarakat bisa mencari produk-produk IKM yang berkualitas dan bisa membeli melalui berbagai jalur transaksi digital diantaranya melalui online marketplace, website, media sosial, maupun aplikasi pesan seperti WhatsApp,” papar Gati.

Baca juga: UMKM diapresiasi melalui ajang "Anugerah Bangga Buatan Indonesia 2020"
 

Diketahui, upaya pemulihan ekonomi nasional ditempuh melalui berbagai langkah untuk mendorong produktivitas sektor industri sekaligus meningkatkan daya beli masyarakat.

Melalui Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia yang dicanangkan Presiden Joko Widodo pada bulan Mei 2020 lalu, pemerintah mengajak semua pihak memprioritaskan produk dalam negeri dalam belanja kebutuhannya.

Untuk memberikan penghargaan kepada pelaku ekonomi kreatif atas upayanya dalam berkarya, berinovasi dan bertransformasi melalui gerakan nasional tersebut, Pemerintah menyelenggarakan Anugerah Bangga Buatan Indonesia (BBI) 2020.

Anugerah BBI 2020 juga memberikan motivasi bagi para pelaku untuk terus meningkatkan kapasitas dan kualitas produksinya Gelaran yang akan diselenggarakan pada 6 Desember 2020 tersebut mengusung 11 kategori penghargaan, yaitu fesyen, kriya, kuliner, manufaktur, aplikasi, game, musik, kecantikan dan kebugaran, serta event. Selanjutnya, akan dipilih Top 3 peserta untuk masing-masing kategori.


Baca juga: Kemendag - Facebook bermitra dukung program "Bangga Buatan Indonesia"

Baca juga: Menperin resmikan Festival Virtual Bangga Mesin Buatan Indonesia


Pewarta: Sella Panduarsa Gareta
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Puncak Gundaling, destinasi wisata persinggahan menuju kawasan Danau Toba

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar