Banyak warga AS nafikkan peringatan perjalanan COVID-19

Banyak warga AS nafikkan peringatan perjalanan COVID-19

Ruang freezer dimana daging turkey disimpan untuk pembagian dan pemotongan terlihat menjelang Thanksgiving dan di tengah penyebaran penyakit virus korona (COVID-19) di LaGrange, Indiana, Michigan, Amerika Serikat, Jumat (20/11/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Emily Elconin/hp/cfo

Washington (ANTARA) - Jutaan orang Amerika Serikat tampak mengabaikan peringatan kesehatan masyarakat dan melakukan perjalanan menjelang libur Thanksgiving pekan ini.

Sikap warga itu kemungkinan memicu lonjakan infeksi virus corona yang mengkhawatirkan sebelum serangkaian vaksin baru yang menjanjikan tersedia secara luas.

Dengan infeksi COVID-19 AS mencapai rekor rata-rata 168.000 kasus baru per hari, orang Amerika berbondong-bondong ke bandara bertentangan dengan saran dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), ahli bedah umum AS dan Dr.Anthony Fauci, ahli terkemuka tentang penyakit menular negara itu.

Bagi orang Amerika, liburan panjang akhir pekan, yang dimulai pada Kamis, secara tradisional merupakan periode perjalanan tersibuk dalam setahun, dan 2020 mungkin terbukti tidak terkecuali.

Sekitar 1 juta penumpang melewati gerbang keamanan bandara pada Minggu, jumlah tertinggi sejak Maret. Ini adalah kedua kalinya dalam tiga hari pemeriksaan perjalanan udara AS melampaui 1 juta, meskipun jumlahnya turun hampir 60% dari waktu yang sama tahun lalu, kata Badan Keamanan Transportasi AS.

American Automobile Association juga memperkirakan 45 juta hingga 50 juta orang akan pergi ke jalan raya selama liburan, dibandingkan dengan 55 juta pada 2019.

Tingkat infeksi virus corona yang melonjak, kematian dan rawat inap terus berlanjut.

Jumlah rata-rata selama tujuh hari kematian COVID-19 AS naik selama 12 hari berturut-turut, mencapai 1.500 pada Senin, menurut hitungan data resmi Reuters, sementara rawat inap virus corona secara nasional melonjak hampir 50% selama dua minggu terakhir.

Hingga saat ini, virus pernapasan yang sangat menular itu menewaskan lebih dari 255.000 orang Amerika, dengan lebih dari 12 juta terinfeksi sejak pandemi dimulai.

Pejabat pemerintah negara bagian dan lokal memberlakukan kembali sejumlah pembatasan pada kehidupan sosial dan ekonomi dalam beberapa pekan terakhir untuk mengurangi penyebaran, karena para ahli medis memperingatkan lonjakan itu menekan sumber daya sistem perawatan kesehatan negara.

Mengimbau penduduk tinggal di rumah dan menghindari pertemuan selama musim liburan, Gubernur Andrew Cuomo mengingatkan warga New York tentang hari-hari awal pandemi yang suram ketika sebanyak 800 orang tewas dalam satu hari di seluruh negara bagian.

Rawat inap melonjak 122% di negara bagian New York selama tiga minggu terakhir, kata Cuomo, mendorong pembukaan kembali fasilitas medis darurat di Staten Island.

Pejabat kesehatan mendesak orang Amerika menahan godaan untuk lengah, seraya mencatat bantuan yang akan tiba dalam bentuk vaksin yang menjanjikan menjelang distribusi awal AS.

Kepala kampanye AS untuk pengiriman cepat vaksin mengatakan suntikan pertama dapat mulai diberikan kepada petugas kesehatan dan penerima prioritas tinggi lainnya pada awal pertengahan Desember, dalam satu atau dua hari setelah menerima persetujuan peraturan.

Vaksin dari Pfizer Inc dan mitranya di Jerman, BioNTech, diharapkan mendapatkan izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) AS, dengan vaksin kedua dari Moderna Inc akan ditinjau FDA sebelum akhir tahun.

Uji coba tahap akhir dari kedua vaksin tersebut sekitar 95% efektif dalam mencegah infeksi. Pembuat vaksin ketiga Inggris, AstraZeneca, mengumumkan kandidatnya terbukti 90% efektif tanpa efek samping yang serius, dan 700 juta dosis dapat tersedia secara global pada akhir kuartal pertama tahun 2021.

Sumber: Reuters
Baca juga: Abaikan peringatan COVID-19, warga AS tetap berlibur Thanksgiving
Baca juga: Kasus COVID-19 di AS capai 12 juta saat liburan "Thanksgiving"
Baca juga: Angka infeksi COVID AS jauh lebih tinggi daripada data resmi

 

Penerjemah: Mulyo Sunyoto
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Situs Departemen Luar Negeri AS mengakhiri jabatan Trump sembilan hari lebih awal

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar