BPH Migas-Pertamina targetkan bangun 500 SPBU baru daerah 3T pada 2024

BPH Migas-Pertamina targetkan bangun 500 SPBU baru daerah 3T pada 2024

Kepala BPH Migas Fanshurulah Asa (tengah) bersama Wakil Gubernur Papua Barat Mohamad Lakotani serta Direktur Perencanaan dan Pengembangan Bisnis PT Pertamina Lega Legowo Putra pada peresmian 15 SPBU daerah 3T. Peresmian dilakukan di Manokwari pada Selasa (24/11/2020). ANTARA/Toyiban.

Logika filsafatnya harus kita balik. Bukan dari pertumbuhan ekonomi lalu melahirkan keadilan, tapi harus dimulai dari keadilan untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi
Manokwari (ANTARA) - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) bersama PT Pertamina menargetkan hingga tahun 2024 sebanyak 500 Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) baru terbangun di daerah tertinggal, terdepan dan terluar atau 3T.

"Hingga hari ini total sudah 209 lokasi yang terbangun. Sisanya akan kita kejar dengan target 500 SPBU baru terbangun pada 2024," ucap Kepala BPH Migas Fanshurullah Asa di Manokwari, Papua Barat, Selasa, saat meresmikan 15 SPBU baru daerah 3T di Indonesia.

BPH Migas, kata dia, akan terus mengawal agar PT Pertamina bisa menyelesaikan target tersebut. Ini untuk mewujudkan pemerataan Program BBM Satu Harga di seluruh wilayah NKRI.

Baca juga: BPH Migas resmikan 15 SPBU baru di wilayah 3T

Ia menekankan bahwa Undang-undang Migas Nomor: 22 tahun 2001 mengamanatkan pemerintah wajib menjamin ketersediaan dan distribusi BBM di seluruh wilayah. daerah 3T menjadi bagian terpenting yang harus diperhatikan.

"Logika filsafatnya harus kita balik. Bukan dari pertumbuhan ekonomi lalu melahirkan keadilan, tapi harus dimulai dari keadilan untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi," ujar Kepala BPH Migas itu.

Untuk tahun 2020, lanjut Fanshurullah, BPH Migas bersama PT Pertamina menargetkan 83 SPBU baru terbangun. Saat ini baru 39 yang terbangun dan masih tersisa 44 yang harus dikejar hingga Desember 2020.

Baca juga: Lembaga penyalur BBM akan ada di tiap desa

"Ini harus segera karena pemerintah terus memantau. BPH Migas akan terus mengawal dan kalau kami mengawal pasti target selesai," katanya.

Direktor Perencanaan dan Pengembangan Bisnis PT Pertamina Lega Legowo Putra pada kesempatan yang sama mengatakan bahwa pihaknya akan bekerja maksimal menyukseskan program tersebut.

"Untuk tahun 2020 ini ada beberapa kendala karena kami harus melakukan adjustment (penyesuaian) terhadap protokol COVID-19. Namun kami akan tetap melakukan yang terbaik agar program ini berhasil sesuai target yang diberikan kepada kami," katanya.

Baca juga: Tiga SPBU BBM Satu Harga bakal dibangun di Musi Banyuasin Sumsel

 

Pewarta: Toyiban
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Memastikan percontohan sub penyalur BBM di Sumbagsel berjalan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar