Pemerintah tetapkan hasil penjualan sukuk wakaf ritel Rp14,91 miliar

Pemerintah tetapkan hasil penjualan sukuk wakaf ritel Rp14,91 miliar

Nasabah membeli Sukuk Tabungan (ST) Seri ST006 melalui aplikasi BNI Mobile Banking di Jakarta, Senin (4/11/2019). ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/aww/aa.

Wakif generasi X dengan kelahiran 1965-1979 mendominasi pemesanan dengan nominal mencapai Rp5,6 miliar dan jumlah wakif sebanyak 453 orang
Jakarta (ANTARA) - Pemerintah menetapkan hasil penjualan sukuk wakaf ritel atau Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS) Ritel seri SWR001 sebesar Rp14,91 miliar dan menjangkau 1.041 wakif di seluruh Indonesia.

Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan dalam pernyataan di Jakarta, Selasa, menyatakan jumlah wakif tersebut terdiri dari 1.037 wakif individu dan 4 wakif institusi.

Penawaran sukuk dengan akad wakalah dengan underlying asset berupa Barang Milik Negara (BMN) dan proyek APBN 2020 ini sempat diperpanjang dari 12 November menjadi 20 November 2020.

Perpanjangan masa penawaran ini sempat meningkatkan jumlah partisipasi pemesanan masuk sebesar Rp8,3 miliar atau 56,1 persen dari total pemesanan dengan penambahan mencapai 688 frekuensi dari 654 wakif.

Dari individu yang memesan CWLS seri SWR001 ini, sebagian besar merupakan pegawai swasta dengan total pemesanan mencapai Rp5,64 miliar atau 45,96 persen dengan wakif mencapai 371 orang atau 35,78 persen.

Sementara itu, pemesanan dari wakif yang berprofesi sebagai ASN/TNI/Polri mencapai Rp1,98 miliar atau 16,11 persen dari 96 wakif atau 9,26 persen dari jumlah wakif.

Berdasarkan generasi, wakif generasi X dengan kelahiran 1965-1979 mendominasi pemesanan dengan nominal mencapai Rp5,6 miliar dan jumlah wakif sebanyak 453 orang.

Pemesanan dari wakif generasi Y atau milenial juga tercatat mencapai Rp1,62 miliar atau 13,18 persen dari 277 wakif. Generasi Z dengan usia dibawah 20 tahun juga berpartisipasi dengan pemesanan mencapai Rp9 juta dari empat wakif.

Berdasarkan wilayah, pemesanan terbanyak berasal dari kawasan Indonesia bagian barat selain DKI Jakarta yaitu mencapai Rp8,05 miliar atau 53,98 persen dengan wakif sebanyak 673 wakif atau 64,65 persen.

Namun, provinsi dengan nominal pemesanan terbesar berasal dari DKI Jakarta yaitu mencapai Rp6,28 miliar, dengan jumlah wakif terbanyak berasal dari Jawa Barat yaitu 272 wakif.

Mitra distribusi yang berkontribusi paling besar dalam penjualan sukuk ini adalah Bank Syariah Mandiri dengan nominal pemesanan Rp10,82 miliar atau 72,5 persen dengan jumlah wakif sebanyak 867 wakif atau 83,2 persen.

Pemerintah mencatat terdapat potensi yang besar dari penjualan CWLS ritel perdana ini, apalagi pemesanan wakif baru mencakup 27 provinsi di seluruh Indonesia.

Untuk itu, pemerintah akan meningkatkan pelayanan agar masyarakat dapat lebih mudah menjangkau CWLS Ritel dan turut mendukung upaya Badan Wakaf Indonesia dalam mengembangkan program wakaf uang.

Baca juga: Pemerintah perpanjang masa penawaran sukuk wakaf ritel seri SWR001
Baca juga: BNI Syariah targetkan Rp5 miliar serapan sukuk wakaf uang

 

Pewarta: Satyagraha
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Cerita kegiatan keseharian Aa Gym, hingga terkonfirmasi positif COVID-19

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar