Kemenparekraf apresiasi GoPlay Indie jadi wadah sineas independen

Kemenparekraf apresiasi GoPlay Indie jadi wadah sineas independen

Jumpa pers virtual peluncuran "GoPlay Indie", Selasa (24/11/2020). (ANTARA/Yogi Rachman)

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menyambut baik peluncuran GoPlay Indie oleh platform video on demand GoPlay.

Direktur Industri Kreatif Film, Televisi, dan Animasi Kemenparekraf Syaifullah Agam mengatakan kehadiran platform ini dapat menjadi wadah bagi para sineas independen untuk mengenalkan karya mereka lebih luas.

Baca juga: Rachel Amanda temukan pengalaman unik di "Work from Home"

Baca juga: "Work From Home", serial komedi tentang lika-liku kerja di rumah


"Dengan masuk ke dalam platform, kita dapat melihat hasil karya kita diapresiasi. Apakah ada kritikan. Film kita siapa aja sih yang nonton," kata Syaifullah dalam jumpa pers virtual peluncuran GoPlay Indie, Selasa.

Apalagi menurut Syaifullah, selama ini para pekerja film independen kerap menemui kendala dalam hal distribusi karya mereka.

"Walaupun bioskop buka sangat sulit bagi teman-teman yang baru untuk masuk di jaringan tersebut karena persaingan ketat," ujar Syaifullah.

Lebih lanjut, Syaifullah menambahkan bahwa pihaknya di Kemenparekraf juga terus berupaya membuat kebijakan dan melakukan kolaborasi untuk memajukan industri perfilman Indonesia, seperti melakukan inkubasi untuk sineas di daerah dan memberikan insentif bagi pelaku industri film.

"Termasuk dengan akses pembiayaan kita ada beberapa insentif pembiayaan untuk subsektor di bidang film. Kita juga lagi kembangkan untuk perkuat insentif film untuk perkuat industri perfilman nasional," kata dia

Sementara itu, Head of Corporate Strategi GoPlay Martinus Faisal mengatakan bahwa kehadiran GoPlay Indie tidak hanya menjadi platform yang mewadahi dan memperluas jangkauan karya para sineas lokal, tetapi juga semakin membuka akses bagi para pengguna untuk menikmati film independen Indonesia.

Faisal menambahkan bahwa GoPlay telah melakukan kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan untuk menjalankan inisiatif ini.

"Ketika kita mempunyai inisiatif ini tiga bulan lalu, kita enggak bekerja sendiri. Kita kerja sama dengan pemerintah, komunitas film, rumah produksi, universitas dan pembuat film," kata Martinus Faisal.

GoPlay Indie menampilkan lebih dari 200 konten film independen karya anak bangsa dengan berbagai genre, salah satunya film "Friends" yang disutradarai oleh Yandy Laurens.

Produser film "Friends", Lady, menilai bahwa kehadiran saluran distribusi sangatlah penting bagi para pekerja film independen seperti dirinya. Terlebih juga saat ini tidak banyak festival film di Indonesia yang dapat mewadahi mereka.

"Ketika kita selesai, distribusi itu yang paling penting. Fillm kita sampai ke penonton enggak. Kalau di festival film kan cuma satu sampai dua kali pemutaran habis itu sudah disimpan di hardisk," ujar Lady.


Baca juga: Festival musik "Here Comes The Sun" tayang virtual di GoPlay

Baca juga: "Peninsula" hingga "Deliver Us from Evil" akan hadir di GoPlay

Baca juga: Gandeng CJ ENM, film-film Korea Selatan tayang di GoPlay

Pewarta: Yogi Rachman
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Sandiaga motivasi UMKM parekraf Batam

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar