Titik akses JakWIFI telah tersedia di 9.000 titik Ibu Kota

Titik akses JakWIFI telah tersedia di 9.000 titik Ibu Kota

Seorang siswa belajar secara daring dengan akses internet gratis dari Pemprov DKI Jakarta di Kantor RW 02 Kampung Internet, Galur, Jakarta, Kamis (3/9/2020). ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/nz

Jadi mereka inklusif di dalam teknologi digital
Jakarta (ANTARA) - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan Pemprov DKI Jakarta telah memiliki 9.000 titik akses JakWIFI di Ibu Kota dan warga yang berada di sekitar titik JakWIFI bisa langsung memanfaatkan layanan internet.

"Saat ini sudah ada 9.000 titik akses WIFI yakni JakWIFI dan ini gratis. Siapa saja datang dekat lokasi itu langsung bisa menggunakan JakWIFI," kata Anies dalam diskusi webinar penanganan COVID-19 DKI Jakarta di Jakarta, Selasa.

Lebih lanjut, Anies mengatakan akses JakWIFI diharapkan tidak hanya bisa dinikmati oleh pelajar melainkan juga para warga yang memiliki usaha.

Menurut Anies, akses internet saat ini, mirip dengan penyediaan fasilitas listrik pada tahun 1970 dan 1980-an yang sangat dibutuhkan. Tujuannya agar masyarakat terintegrasi.

Selain itu, kata dia, akses internet juga akan membuat warga lebih inklusif di bidang teknologi informasi sehingga, akses JakWIFI ditargetkan bisa dikerjakan di seluruh wilayah Jakarta.

Baca juga: DKI luncurkan JakWIFI bagi daerah belum terjangkau internet gratis

"Ini penyediaan fasilitas keterhubungan secara digital yang akan membantu bagi masyarakat untuk bisa ikut dalam kegiatan perekonomian, ikut dalam kegiatan pembelajaran. Jadi mereka inklusif di dalam teknologi digital," ucap Anies.

Anies sebelumnya mengatakan, JakWIFI merupakan program penyediaan wifi gratis di daerah-daerah yang tidak terjangkau layanan internet gratis.

Ia menyebutkan, kehadiran JakWIFI bukan hanya untuk pendidikan, tetapi juga bagian dari penyediaan infrastruktur kota dan perluasan akses internet untuk kebutuhan masyarakat yang melingkupi banyak sektor, dari pendidikan, ekonomi atau usaha, layanan pemerintah dan komunikasi warga.

"Ketika terjadi pandemi ini, begitu banyak dari kita yang harus mengubah pola belajar, pola kerja. Sesuatu yang biasanya dikerjakan jarak dekat, sekarang serba dikerjakan jarak jauh," ucap Anies, Jumat (28/8).

Menurut dia, adanya pandemi COVID-19 justru lebih cepat membuat perubahan tumbuhnya kesadaran atas teknologi digital.

Baca juga: Kelompok tani di Jaksel manfaatkan JakWifi untuk belajar budidaya ikan

Diminta koordinasi
Sementara Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk berkoordinasi apabila ingin melanjutkan program internet gratis yang dinamakan JakWIFI pada 2021.

Hal itu karena program ini baru dimulai pada Agustus 2020. Bahkan dalam persiapannya, Pemprov DKI harus menyiapkan infrastruktur penunjang.

Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Abdul Aziz menyampaikan, masih terdapat lokasi yang lebih layak untuk program tersebut. Akan tetapi, menurut Abdul Aziz, hal tersebut belum bisa dipenuhi.

Menurut dia, DPRD DKI Jakarta menyadari waktu pelaksanaan program JakWIFI di 1.200 titik sangat singkat.

Selain itu, anggaran program ini bersumber dari belanja tak terduga. Untuk itu, apabila program ini tetap dilaksanakan, maka DPRD DKI meminta Pemprov DKI Jakarta untuk melakukan koordinasi dalam pelaksanaan program.

Baca juga: JakWifi bantu pembelajaran anak sekolah di Kepulauan Seribu

"Apabila program JakWIFI tetap dilakukan, DPRD DKI Jakarta meminta agar pelaksanaannya dikoordinasikan dengan DPRD sebagai representasi masyarakat Jakarta," kata Abdul Aziz saat rapat paripurna di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (16/11).

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar