Kasum TNI periksa kesiapan Satgas Pamrahwan Maluku-Maluku Utara

Kasum TNI periksa kesiapan Satgas Pamrahwan Maluku-Maluku Utara

Kepala Staf Umum TNI Letnan Jenderal TNI Muhammad Herindra memeriksa peralatan persenjataan Satgas Operasi Pamrahwan Maluku-Maluku Utara di Markas Komando Yonif 734/Satria Nusa Samudera Kodam XVI/Pattimura di Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar (25/11) (ANTARA/HO/Pendam XVI/Pattimura)

Jaga dan pegang teguh netralitas TNI sebagai salah satu bukti konkret reformasi internal TNI
Ambon (ANTARA) - Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letnan Jenderal TNI Muhammad Herindra memeriksa kesiapan Satuan Tugas (Satgas) Operasi Pengamanan Daerah Rawan (Pamrahwan) untuk wilayah Provinsi Maluku dan Maluku Utara, Batalion Infanteri (Yonif) 734/Satria Nusa Samudera Kodam XVI/Pattimura, Rabu.

Pemeriksaan kesiapan Satgas Operasi Pamrahwan Maluku dan Maluku Utara berlangsung di Markas Komando Yonif 734/Satria Nusa Samudera di Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

Dalam kegiatan tersebut, Kasum TNI Letnan Jenderal TNI Muhammad Herindra bertemu langsung dengan para personel yang bertugas, dan memeriksa kelengkapan peralatan persenjataan yang digunakan untuk misi operasi.

Sejumlah pejabat tinggi TNI juga tampak hadir, di antaranya Pa Sahli Tk III Bidang Sosbudkum HAM dan Narkoba Panglima TNI Mayjen TNI Dedi Sambowo, Kapuskes TNI Mayjen TNI Tugas Ratmono, Kababek TNI Brigjen TNI Gunawan Pakki dan Kapusbintal TNI Laksamana TNI Dery Triesananto Suhendi.

"Jaga dan pegang teguh netralitas TNI sebagai salah satu bukti konkret reformasi internal TNI. Jangan sekali-kali mencederai dan menyalahgunakannya untuk kepentingan diri atau kelompok tertentu," kata Kasum TNI Letjen Muhammad Herindra dalam arahannya.

Ia mengatakan selama menjalankan misi operasi pengamanan, para personel satgas harus senantiasa mengutamakan prinsip-prinsip hak asasi manusia (HAM), hukum humaniter dan aturan pelibatan TNI.

Terkait itu, komandan-komandan satuan di Yonif 734/Satria Nusa Samudera diminta untuk memahami dan menguasai materi HAM, hukum humaniter, aturan pelibatan dan bentuk-bentuk pelaksanaannya di medan operasi.

"Cegah terjadinya segala bentuk pelanggaran HAM dengan selalu menanamkan pemahaman tentang HAM. Laksanakan tindakan proporsional sesuai aturan pelibatan yang telah ditetapkan oleh komando atas," ujarnya pula.

Ia juga menekankan anggota Satgas Operasi Pamrahwan Maluku dan Maluku Utara untuk menjaga solidaritas, soliditas dan sinergitas antaraTNI/Polri dan instansi lainnya.

"Hindari tindakan-tindakan yang dapat merugikan diri sendiri, satuan dan TNI di daerah operasi. Jadilah suri teladan bagi masyarakat dan perkokoh kemanunggalan TNI-rakyat," kata Letjen TNI Muhammad Herindra.
Baca juga: Kemarin, kerja keras ekonomi syariah hingga TNI AL luncurkan kapal PC
Baca juga: Ruslan Buton dipecat dari TNI karena tolak TKA China ke Maluku? Cek faktanya

Pewarta: Shariva Alaidrus
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Pejabat TNI-AL salurkan bantuan untuk korban banjir di Halmahera Utara

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar