Berstatus OTG, 60 pasien positif COVID-19 dirawat di Makara UI

Berstatus OTG, 60 pasien positif COVID-19 dirawat di Makara UI

Wisma Makara UI. (FOTO ANTARA/HO-Diskominfo Depok)

Puluhan pasien ini akan dirawat hingga sembuh selama kurang lebih 10 hari
Depok (ANTARA) - Sebanyak 60 pasien positif COVID-19 yang berstatus orang tanpa gejala (OTG) sedang menjalani perawatan di Wisma Makara Universitas Indonesia (UI) di Depok, Jawa Barat.

Penanggung Jawab (Pj) Pelayanan Medis  Wisma Makara UI, Titin Hardiana dalam keterangan di Depok,  Rabu mengatakan jumlah pasien tersebut dihimpun hingga tanggal 24 November 2020.

Ia menjelaskan Wisma Makara UI ini memiliki empat dokter umum dan delapan perawat, dengan kapasitas maksimal pasien sebanyak 120 orang, dan saat ini sudah terisi 50 persen.

Menurut dia puluhan pasien ini akan dirawat hingga sembuh selama kurang lebih 10 hari. Dalam perawatan yang dijalani tersebut, pasien akan mendapatkan fasilitas lengkap.

"Pasien akan diberikan obat penunjang seperti vitamin dan lainnya. Makanan, minuman, dan kudapan akan diberikan tiga kali sehari," katanya.

Dikatakannya selama menjalani perawatan, pasien OTG tersebut juga melakukan beberapa aktivitas rutin. Di antaranya berjemur dan senam di pagi hari, serta pemantauan kesehatan rutin.

Setiap pagi pasien diajak untuk melakukan senam bersama dan berjemur.

Titin berpesan kepada seluruh masyarakat untuk tidak ragu melakukan isolasi mandiri di Wisma Makara UI. Sebab, fasilitas lengkap dan nyaman.

"Masyarakat tidak perlu takut dan ragu untuk melakukan isolasi di Wisma Makara UI, karena tersedia fasilitas yang lengkap. Tetapi hanya untuk pasien konfirmasi positif tanpa komorbid dan yang tanpa gejala," katanya.

Pasien yang berhak melakukan isolasi di Wisma Makara UI, kata Titin Hardiana, harus berdasarkan rekomendasi tertulis dari Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) puskesmas setempat.

Sementara itu Ketua 3 Satgas Penanganan COVID-19 Kota Depok, Sri Utomo mengatakan, surat rekomendasi dari UPTD puskesmas wajib dibawa pasien. Sebab, dalam surat tersebut berisi keterangan bahwa pasien tersebut berstatus OTG dan tidak memiliki penyakit penyerta.

"Adanya tempat isolasi khusus pasien OTG COVID-19 untuk mengurangi penyebaran kasus di klaster keluarga. Pasien yang tidak memungkinkan isolasi di rumah kami arahkan di sini," katanya.

Dijelaskannya, pasien yang menjalani isolasi di Wisma Makara UI akan dirawat selama 10 hari terhitung dari pertama menempati kamar isolasi.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Wisma Makara UI yang telah bersedia mendedikasikan sebagai tempat isolasi COVID-19, dengan fasilitas yang sangat baik dan nyaman," katanya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok, Novarita menambahkan, Wisma Makara UI juga menyediakan jalur khusus menuju tempat skrining awal. Pasien dicek kesehatannya terlebih dulu yaitu suhu tubuh, tekanan darah, dan tekanan oksigen.

"Jika ada pasien yang ternyata tekanan darahnya tinggi langsung kami rujuk ke rumah sakit isolasi," ujarnya.


Baca juga: Depok rekrut tenaga kesehatan untuk RS Karantina Makara UI

Baca juga: Akademisi UI jelaskan alasan COVID-19 Indonesia belum terkendali

Baca juga: RSUI berikan pelayanan optimal bagi penanganan COVID-19

Baca juga: Tenaga medis RSUI difasilitasi penginapannya di "guest house" PSJ


 

Pewarta: Feru Lantara
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020

30 Menit Ekstra - Epidemiolog UI - Memaknai kerumunan di Petamburan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar