UAE berhentikan sementara penerbitan visa untuk 13 negara muslim

UAE berhentikan sementara penerbitan visa untuk 13 negara muslim

Seorang pria mengambil foto bangunan pemerintah kota yang dihias lampu dengan warna bendera nasional Uni Emirat Arab menyusul pengumuman kesepakatan menormalkan hubungan antara negara Yahudi dan Uni Emirat Arab di Tel Aviv, Israel, Kamis (13/8/2020). REUTERS/Ammar Awad/pras/cfo (REUTERS/AMMAR AWAD)

Dubai (ANTARA) - Uni Emirat Arab (UAE) memberhentikan penerbitan visa baru untuk warga asing dari 13 negara berpenduduk mayoritas muslim, termasuk di antaranya Iran, Suriah, dan Somalia, demikian isi dokumen yang diterbitkan oleh kawasan industri milik negara.

Dokumen itu, yang dikirim ke perusahaan-perusahaan di kawasan industri, mengutip isi surat edaran dari kantor imigrasi UAE. Pemberhentian itu telah berlaku sejak 18 November 2020.

Kantor Imigrasi UAE, melalui surat edarannya, menyebutkan pihaknya memberhentikan sementara penerbitan visa baru dan visa kunjungan untuk warga asing dari 13 negara, termasuk di antaranya Afghanistan, Libya, dan Yaman, sampai pemberitahuan selanjutnya.

Warga asing dari Aljazair, Kenya, Irak, Lebanon, Pakistan, Tunisia, dan Turki juga tidak dapat mengajukan visa kunjungan ke UAE, demikian isi dokumen tersebut.

Sejauh ini belum jelas apakah otoritas setempat membuat pengecualian untuk individu/kelompok tertentu.

Otoritas Federal UAE untuk Identitas dan Kewarganegaraan -- nama resmi kantor Imigrasi setempat -- belum menanggapi pertanyaan terkait larangan masuk tersebut.

Seorang narasumber yang mengetahui masalah itu mengatakan UAE memberhentikan sementara penerbitan visa baru untuk warga dari Afghanistan, Pakistan, dan negara lainnya, karena masalah keamanan.

Ia tidak menyebut isu apa yang jadi perhatian, tetapi pemberhentian penerbitan visa baru itu hanya akan berlaku dalam waktu singkat.

Kementerian Luar Negeri Pakistan minggu lalu mengatakan UAE berhenti memproses pengajuan visa baru untuk warga Pakistan dan negara lainnya.

Pemerintah Pakistan masih berupaya meminta penjelasan dari UAE, tetapi pihak kementerian beranggapan pemberhentian layanan itu terkait pandemi COVID-19.

Pihak kementerian dan sumber lain mengatakan mereka yang telah mengantongi visa tidak terdampak oleh aturan baru itu sehingga mereka dapat mengunjungi UAE.

Sumber: Reuters

Baca juga: Pendatang internasional ke Abu Dhabi harus kenakan gelang COVID-19
Baca juga: UAE restui penggunaan darurat vaksin COVID-19
Baca juga: Etihad tahun depan buka penerbangan langsung ke Israel

 

Penerjemah: Genta Tenri Mawangi
Editor: Azis Kurmala
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar