Pemprov Banten pastikan Pilkada 2020 patuhi protokol COVID-19

Pemprov Banten pastikan Pilkada 2020 patuhi protokol COVID-19

Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy menghadiri apel bersama TNI/Polri dalam rangka pengamanan Pilkada Serentak 2020 di Alun-Alun Barat Kota Serang, Rabu.  (ANTARA/Mulyana)

Serang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten memastikan bahwa pada saat pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 akan berjalan dengan baik dan mematuhi protokol kesehatan COVID-19.

"Pada saat ini Pemerintah Daerah sudah mempersiapkan dengan semaksimal mungkin bagaimana pelaksanaan Pilkada serentak 2020 ini berjalan dengan lancar. Kemudian bagaimana caranya masyarakat harus mentaati protokol kesehatan," kata Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy usai menghadiri apel bersama TNI/Polri dalam rangka pengamanan pilkada serentak 2020 di Alun-Alun Barat Kota Serang, Rabu.

Andika mengatakan, saat ini pihaknya sudah mempersiapkan dengan semaksimal mungkin agar pada pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 di tengah pandemi COVID-19 dapat berjalan dengan aman.

Baca juga: KPU Purbalingga: Proses pelipatan surat suara sudah tuntas
Baca juga: Penerapan protokol kesehatan penentu kesuksesan Pilkada 2020


Kemudian, pihaknya juga akan melakukan penegakan disiplin protokol kesehatan baik itu yang diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) atau Peraturan Gubernur (Pergub) untuk penindakan secara tegas kepada pelanggar.

"Jadi itu langkah kongkrit kami dengan berkoordinasi TNI/Polri untuk pelaksanaan pergelaran pilkada ini. Dan kami juga sudah melakukan semaksimal mungkin untuk mendisiplinkan protokol kesehatan yang ada di wilayah Provinsi Banten," katanya.

Ia mengungkapkan, dengan adanya payung hukum yang menyangkut sanksi pelanggar protokol kesehatan tersebut, diharapkan dapat meningkatkan kedisiplinan masyarakat untuk membantu pemerintah dalam mencegah penularan COVID-19 dalam pelaksanaan Pilkada 2020 ini.

"Untuk tenaga medis nanti pada pelaksanaan Pilkada, akan berkoordinasi dengan tim satgas COVID-19 baik itu provinsi, kabupaten/kota. Bahkan nanti kita akan menurunkan beberapa petugas di titik-titik yang menjadi zona merah penyebaran COVID-19," ujarnya.

Sementara itu, Kapolda Banten Irjen Pol Fiandar mengatakan, dalam pengamanan pilkada tahun ini pihaknya akan menurunkan sebanyak 3.500 personel dengan dibantu dari TNI yang akan di tugaskan di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS).

"Kita dari Polri akan menurunkan 3.500 personil dengan dibantu dari TNI, yang akan dikerahkan ke setiap TPS-TPS," katanya.

Ia menyebutkan, untuk kerawanan gangguan saat ini adalah dari segi kesehatan, oleh karena itu penegakan disiplin kesehatan masyarakat sangat diperlukan.

"Kalau saat ini gangguan-gangguan yaitu dari segi kesehatan. makanya sangat penting kita menegakkan disiplin protokol kesehatan," ujarnnya.

Ia mengingatkan agar pada pelaksanaan pilkada tersebut masyarakat dapat menggunakan masker, menjaga jarak dan selalu mencuci tangan dengan memakai sabun atau hand sanitizer.

"Maka diwajibkan harus memakai masker, jaga jarak dan selalu cuci tangan. Jangan sampai nanti pas pelaksanaan petugas TPS dapat terganggu," kata Kapolda Banten.

Baca juga: Pilkada 2020 Sukses: Pemilih Sehat, Pemilih Cerdas, dan Pemilih Damai
Baca juga: Bawaslu ingatkan peserta pilkada hindari kampanye tatap muka

Pewarta: Mulyana
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

DPRD usulkan pemberhentian dan pengangkatan Bupati Pandeglang

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar