Formula 1

Jelang GP Bahrain, Hamilton ingin sapu bersih kemenangan di sisa musim

Jelang GP Bahrain, Hamilton ingin sapu bersih kemenangan di sisa musim

Ilustrasi balapan malam Grand Prix Formula 1 Bahrain di Sirkuit Sakhir. (31/3/2019) Andrej Isakovic/AFP

"Sekarang sedikit lebih santai tapi saya masih memiliki tiga balapan lagi yang ingin saya menangi,"
Jakarta (ANTARA) - Lewis Hamilton menuju Grand Prix Bahrain akhir pekan ini sebagai pebalap tersukses dalam sejarah Formula 1, dengan tujuh gelar juara dunia, namun sang pebalap Britania tak akan menurunkan kecepatannya dan ingin menutup musim ini dengan memperbanyak rekornya.

Pebalap Mercedes itu mengunci titelnya tahun ini di Turki untuk menyamai rekor tujuh gelar juara dunia Michael Schumacher, setelah melewati rekor 91 kemenangan sang pebalap Ferrari.

Dengan tiga balapan tersisa hingga akhir musim, dan 10 kemenangan dari 14 balapan yang digelar tahun ini, Hamilton berada di jalur untuk menjalani musim terbaiknya selama karirnya dan memiliki peluang menyamai catatan Schumacher dan Sebastian Vettel untuk memenangi 13 balapan salam satu musim.

"Sekarang sedikit lebih santai tapi saya masih memiliki tiga balapan lagi yang ingin saya menangi," kata Hamilton, yang sebelumnya belum pernah menang 11 kali dalam satu musim.

Baca juga: Tujuh titel, keberagaman dan masa depan Formula 1 di mata Hamilton
Baca juga: Rebut titel ketujuh F1, Hamilton katakan perjuangan baru saja dimulai
Baca juga: Vettel sebut Hamilton "pebalap terhebat di era kita"


Hamilton telah tiga kali juara di sirkuit sepanjang 5,4km di tengah gurun itu, termasuk pada tahun lalu ketika masalah mesin merenggut kemenangan Charles Leclerc dari tim Ferrari.

Di saat Mercedes kembali dominan tahun ini, Hamilton menjadi pebalap favorit juara lagi namun rekan satu timnya, Valtteri Bottas tidak akan tinggal diam.

Bahrain menandai awal dari tiga balapan beruntun yang digelar di Timur Tengah untuk menutup musim.

Balapan kedua di Bahrain, Grand Prix Sakhir, digelar di sirkuit yang sama namun menggunakan layout sirkuit yang lebih pendek di bagian luar, satu pekan sebelum seri pemungkas di Yas Marina, Abu Dhabi.

Meski titel juara dunia telah dipegang Mercedes tahun ini, sejumlah tim dan pebalap masih akan bertarung untuk gengsi.

Sergio Perez, Leclerc, dan Daniel Ricciardo dipisahkan dalam rentang empat poin untuk pertarungan peringkat empat klasemen pebalap.

Racing Point, McLaren, Renault, dan Ferrari, dalam rentang 24 poin, berjuang untuk tempat ketiga di konstruktor.

Kemudian, bursa pebalap juga masih akan ramai di saat pebalap Thailand Alexander Albon belum juga mendapat konfirmasi apakah tetap menjadi tandem Max Verstappen tahun depan di Red Bull.

Sementara itu, Nico Hulkenberg dari Jerman disebut-sebut memiliki potensi menjadi rekan satu tim sang pebalap Belanda.

Talenta muda dari Jepang Yuki Tsunoda kemungkinan akan dimandati Red Bull untuk menggantikan Daniil Kvyat sebagai tandem Pierre Gasly di AlphaTauri.

Tim asal Amerika Serikat Haas juga belum mengumumkan jajaran pebalapnya untuk tahun depan di Mick Schumacher, putra dari Michael, mendapat dukungan dari Ferrari dan berpotensi dipromosikan ke F1 setelah menjadi pemuncak klasemen Formula 2 tahun ini.

Hamilton, yang bakal habis masa kontraknya akhir tahun ini, belum juga mengumumkan kesepakatan baru dengan Mercedes.

Grand Prix Bahrain, seperti sebagian besar balapan musim ini, akan tertutup bagi para fan karena pandemi COVID-19 namun penyelenggara menyediakan bangku terbatas di tribun sirkuit untuk para pekerja medis dan keluarga mereka, demikian Reuters.

Baca juga: Formula 1 berambisi gelar 24 balapan dalam satu musim
Baca juga: Mercedes dan Hamilton akan bicarakan kontrak dalam hitungan hari

 

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar