Ketua Umum sebut MUI tetap jadikan Islam moderat arus utama

Ketua Umum sebut MUI tetap jadikan Islam moderat arus utama

Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyampaikan pidato pada Musyawarah Nasional (Munas) ke-IX MUI di Hotel Sultan Jakarta, Rabu (25/11/2020). ANTARA/HO-Asdep KIP Setwapres/aa.

Islam moderat adalah cara berpikir yang posisinya tidak terlalu rumit sekaligus tidak terlalu longgar
Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum (nonaktif) Majelis Ulama Indonesia KH Ma'ruf Amin mengatakan MUI akan tetap menjadikan Islam moderat sebagai arus utama sehingga menjadi metode berpikir dan arah pergerakan organisasi.

"Selama lima tahun terakhir, Dewan Pimpinan MUI menjadikan keputusan Munas sebagai manhaj (metode) MUI sebagai cara berpikir dan bergerak," kata Ma'ruf kepada wartawan di Jakarta, Kamis.

Ia mengatakan pengarusutamaan Islam wasathiyah merupakan kebutuhan mendesak seiring menguatnya radikalisme baik itu kiri seperti liberalisme dan sekularisme ataupun kanan sebagaimana terorisme berkedok agama.

Baca juga: Wapres: Pengarusutamaan Islam "wasathiyah" mendesak untuk dilakukan

Ma'ruf Amin yang juga Wakil Presiden RI mengatakan Islam moderat adalah cara berpikir yang posisinya tidak terlalu rumit sekaligus tidak terlalu longgar. Islam wasathiyah berada di antara dua kutub ekstrem tersebut.

Adapun Musyawarah Nasional X MUI pada 25-27 November 2020 akan segera memilih ketua umum baru organisasi itu. Atas hal itu, Ma'ruf berpesan kepada para pengurus MUI selanjutnya untuk dapat menjadikan Islam moderat sebagai pedoman, cara berpikir dan bertindak.

Baca juga: Munas MUI, Menag berpesan penguatan Islam moderat

Ma'ruf berharap MUI dapat terus melakukan perbaikan secara terus menerus sehingga bisa menjalankan perannya terutama fungsi sebagai mitra pemerintah dan pelayan umat.

MUI, kata dia, memiliki struktur kepengurusan dari tingkat pusat sampai daerah. Ke depan MUI harus didorong menerapkan digitalisasi dalam tata kelola perkantoran di MUI dan semua perangkatnya.

Baca juga: MUI akan rumuskan dakwah dengan cara baik, bukan mungkar

MUI, lanjut dia, tidak boleh terlambat mengantisipasi teknologi digital dan harus siap menyongsong tren tersebut.

MUI memiliki tugas bagi umat seperti terkait keuangan syariah, jaminan produk halal, penanggulangan bencana dan lainnya sehingga digitalisasi menjadi hal penting.

Baca juga: Pemilihan ketua umum MUI yang baru dengan sistem formatur

 

Pewarta: Anom Prihantoro
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar