Sepak Bola Nasional

Bambang Nurdiansyah: sikap tak pernah puas Maradona harus ditiru

Bambang Nurdiansyah: sikap tak pernah puas Maradona harus ditiru

Suporter sepakbola Pasoepati mengusung poster ucapan duka cita untuk mengenang legenda sepakbola dunia Diego Maradona yang meninggal dunia saat aksi, di Solo, Jawa Tengah, Kamis (26/11/2020). ANTARA FOTO/Maulana Surya/hp.

Saya dan teman-teman sempat berfoto dengan dia
Jakarta (ANTARA) - Bambang Nurdiansyah, pemain tim nasional Indonesia periode 1980-an, mengatakan bahwa salah satu sikap yang patut ditiru dari legenda sepak bola dunia Diego Maradona, yang wafat pada Rabu (25/11), adalah tidak pernah puas.

Kepada Antara di Jakarta, Kamis, pria yang akrab disapa Banur itu menyaksikan sendiri bagaimana Maradona menambah sendiri porsi latihannya ketika mereka sama-sama berkompetisi di Kejuaraan Sepak Bola Pemuda FIFA, yang kini dikenal sebagai Piala Dunia U-20, pada tahun 1979 di Jepang.

"Saat itu, Maradona sudah menjadi bintang dengan bakat yang luar biasa. Namun, dia tetap berlatih mandiri di hotel selain dengan timnya. Saya melihatnya karena saat itu kami tinggal di hotel yang sama. Menurut saya, ini perlu dicontoh terutama oleh pesepak bola di Indonesia," ujar Bambang.

Baca juga: Maradona akan dimakamkan di luar Buenos Aires

Menurut pria yang kini melatih tim Liga 2 Indonesia Muba Babel United itu, dengan nama besar yang disandangnya, Maradona berlatih seakan dia seorang pesepak bola pemula.

Maradona tidak pernah terlihat bermalas-malasan dan tak bergairah meski dirinya selalu mendapatkan pengawalan khusus saat beraktivitas di luar lapangan.

"Waktu itu dia dijaga karena kebintangannya. Akan tetapi, dia tetap berlatih sendiri di luar jam latihan reguler. Maradona itu mengetahui benar bahwa targetnya bukanlah kejuaraan dunia junior, tetapi Piala Dunia senior. Akhirnya dia bisa menikmati juara Piala Dunia, kan. Pernah menjadi pesepak bola termahal dunia juga," tutur Bambang.

Selain itu, yang dikagumi Banur dari Maradona adalah sikap ramah dan hormatnya kepada semua orang.

Maradona tidak sungkan berinteraksi dengan pemain-pemain Indonesia di hotel dan tidak pernah menolak ketika diminta untuk berfoto bersama.

"Dia bergaul dengan semua orang, tidak sombong. Bercanda-canda juga dengan kami. Saya dan teman-teman sempat berfoto dengan dia," kata Bambang.

Diego Armando Maradona meninggal dunia pada Rabu (25/11) di usianya yang ke 60 tahun.

Baca juga: Kisah ikatan kuat Maradona dengan Napoli

Laki-laki asal Argentina itu disebut-sebut sebagai salah satu pesepak bola terbaik yang pernah merumput di bumi.

Semasa hidupnya, Maradona yang mencatatkan debut untuk timnas senior Argentina pada umur 16 tahun berhasil membawa negaranya menjuarai berbagai turnamen bergengsi termasuk Kejuaraan Sepak Bola Pemuda FIFA 1979 dan Piala Dunia 1986.

Di level klub, prestasi puncak Maradona tercapai saat dirinya memperkuat Napoli di Liga Italia. Napoli dibawanya menjadi juara liga untuk pertama kalinya sepanjang sejarah. Total, dua kali Napoli dibantunya merengkuh trofi kampiun Liga Italia Serie A yakni pada musim 1986-1987 dan 1989-1990.

Selain Napoli, Maradona sempat pula berseragam Argentinos Juniors, Barcelona, Sevilla, Newell's Old Boys dan Boca Juniors. Saat pindah ke Barcelona dari Boca Juniors, Maradona memecahkan rekor transfer termahal dunia dengan nilai lima juta poundsterling.

Baca juga: Villas Boas minta FIFA istirahatkan Nomor 10 untuk hormati Maradona

Pewarta: Michael Siahaan
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Maradona tutup usia, Argentina tetapkan 3 hari masa berkabung nasional

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar