Sinergikan riset dan inovasi nasional untuk hasil lebih unggul

Sinergikan riset dan inovasi nasional untuk hasil lebih unggul

Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Bambang P Brodjonegoro membahas sirkular ekonomi untuk atasi krisis iklim dalam diskusi publik yang diadakan AIPI bersama The Conversation Indonesia diakses di Jakarta, Senin (9/11/2020). (ANTARA/Virna P Setyorini)

Jakarta (ANTARA) - Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang PS Brodjonegoro menginginkan agar semua pihak dapat mensinergikan riset dan inovasi nasional untuk hasil yang lebih unggul.

"Saya meminta sinergikan riset dan inovasi nasional untuk hasil lebih dalam, bahasa Pak Presiden nendang," kata Menristek Bambang dalam pembukaan rapat kerja Kementerian Riset dan Teknologi,di  Jakarta, Jumat.

Menurut Menristek, sinergi tersebut dilakukan dengan mengintegrasikan semua komponen penelitian, pengembangan, pengkajian dan penerapan (litbangjirap) nasional untuk kinerja yang lebih baik.

Baca juga: Menristek: Teknologi UPVC jawab masalah penyediaan rumah

Sinergi juga dilakukan melalui triple helix dengan melibatkan para peneliti atau akademisi, pemerintah dan swasta atau dunia bisnis.

Dengan sinergi, Menteri Bambang menuturkan Prioritas Riset Nasional (PRN) harus benar-benar melahirkan produk nasional yang membanggakan.

Demikian pula, invensi dan inovasi penanganan COVID-19 dan vaksin Merah Putih harus dijadikan sebagai bukti nyata kontribusi masyarakat untuk inovasi Indonesia.

Kementerian Riset dan Teknologi (Kemristek) yang diberikan mandat oleh undang-undang untuk menjalankan dan mengintegrasikan litbangjirap Indonesia ke Prioritas Riset Nasional menjadi garda terdepan dalam pengembangan riset dan inovasi terkait penanganan COVID-19.

Baca juga: SCNP paparkan inovasi alat pembersih udara ke Menristek

Salah satu yang dilakukan Kemristek/Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) adalah dengan pembentukan Konsorsium Riset dan Inovasi untuk penanganan COVID- 19 yang berperan aktif untuk mengintegrasikan, menyelaraskan, mengkoordinasikan dan mensinergikan program riset dan inovasi untuk penanganan COVID-19.

Konsorsium Riset dan Inovasi COVID-19 menjadi salah satu contoh sinergi triple helix.

Dalam hitungan bulan, konsorsium itu telah menghasilkan kurang lebih 60 produk inovatif bagi masyarakat untuk menanggulangi penyebaran COVID-19 seperti alat tes cepat (rapid test), ventilator dan laboratorium mobile bio safety level 2.

Baca juga: Menristek: Generasi penerus bangsa berperan wujudkan Indonesia maju
Baca juga: Menristek dukung terbentuknya peta dunia inovasi ASEAN
Baca juga: Menteri: Ketersediaan SDM diimbangi peningkatan kualitas pendidikan

Pewarta: Martha Herlinawati S
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Menristek: RT LAMP agar jadi alat tes COVID-19 daerah pelosok

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar