Kemristek perkenalkan 27 produk Bakti Inovasi untuk difusi teknologi

Kemristek perkenalkan 27 produk Bakti Inovasi untuk difusi teknologi

Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/ Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang PS Brodjonegoro saat membuka Rapat Kerja Kemenristek/BRIN di Yogyakarta, Jumat. (FOTO ANTARA/Luqman Hakim)

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Riset dan Teknologi (Kemristek) memperkenalkan 27 produk hasil riset dan inovasi anak bangsa kepada masyarakat dalam kegiatan Bakti Inovasi 2020 dalam rangka melaksanakan difusi teknologi.

"Untuk mengetahui respon pengguna terhadap kinerja produk dilakukan penerapan iptek melalui difusi yang dilaksanakan terhadap 27 produk ke sekitar 15 kota/kabupaten sebagai wujud Bakti Inovasi Indonesia dalam rangka penanggulangan COVID-19," kata Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang PS Brodjonegoro dalam rapat kerja Kementerian Riset dan Teknologi, di Jakarta, Jumat.

Baca juga: Menristek dorong penguatan ekosistem riset dan inovasi nasional

Dalam rapat kerja itu, secara simbolik Menristek menyerahkan produk riset dan inovasi kepada pemerintah Yogyakarta.

Produk yang diserahkan dalam Bakti Inovasi 2020 adalah rapid test RI-GHA COVID-19, GeNose, Robot Kece, purifier, uji CePAD antigen, ventilator, dan Autonomous UVC Mobile Robot (AUMR).

Produk-produk tersebut berasal Universitas Gadjah Mada, Universitas Indonesia, Universitas Telkom, Universitas Padjajaran, Universitas Al Azhar Indonesia, dan Universitas Negeri Surabaya.

Bakti Inovasi merupakan salah satu bentuk pertanggungjawaban Kementerian Riset dan Teknologi/ Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kepada masyarakat dalam rangka meningkatkan daya guna produk inovasi, mengetahui respon terhadap produk inovasi, dan mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi.

Baca juga: Produksi vaksin difokuskan penuhi kebutuhan dalam negeri

"Melalui Bakti Inovasi ini diharapkan terjadi interaksi yang intensif antara peneliti dan masyarakat pengguna produk sehingga peneliti bisa mendapatkan umpan balik untuk penyempurnaan produk baik dari sisi operasional maupun perawatan," ujarnya.

Dengan demikian, tujuan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) melalui difusi produk inovasi yakni mendorong inovasi sebagai upaya peningkatan produktivitas, pembangunan kemandirian dan daya saing bangsa, dapat dicapai.

Secara khusus, Bakti Inovasi diharapkan dapat menjadi peningkatan kepercayaan masyarakat atas hasil inovasi dalam negeri melalui riset dan rekayasa karya anak bangsa sendiri.

Baca juga: Menteri berharap vaksin Merah Putih didistribusikan di triwulan 4 2021
Baca juga: Sinergikan riset dan inovasi nasional untuk hasil lebih unggul
Baca juga: Menristek: Generasi penerus bangsa berperan wujudkan Indonesia maju

Pewarta: Martha Herlinawati S
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Pelajari mutasi corona, Menristek dan Menkes teken MoU

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar