KPU Mukomuko bakal ganti KPPS reaktif COVID-19

KPU Mukomuko  bakal ganti KPPS reaktif COVID-19

KPU Kabupaten Mukomuko distribusikan peralatan protokol kesehatan. ANTARA/Ferri Aryanto

Terhadap KPPS yang reaktif COVID-19 kita sarankan mengundurkan diri
Mukomuko (ANTARA) - Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu menyatakan akan mengganti kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) untuk Pilkada 2020 yang dinyatakan reaktif COVID-19 guna mencegah penyebaran virus corona tersebut.

“Ada tiga mekanisme pergantian penyelenggara pemilu, yakni meninggal dunia, mengundurkan diri dan diberhentikan. Terhadap KPPS yang reaktif COVID-19 kita sarankan mengundurkan diri,” kata Ketua Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Mukomuko Irsyad Kamarudin di Mukomuko, Sabtu.

Sebanyak 3.330 orang KPPS yang bertugas di 370 tempat pemungutan suara (TPS) di daerah ini, atau sebanyak sembilan orang per TPS yang menjalani rapit test atau tes cepat COVID-19 .

Ia mengatakan, lembaganya telah menerima hasil rapit test atau tes cepat terhadap sebanyak 645 anggota KPPS terhitung tanggal 26 November 2020 dan sebanyak 25 KPPS di antaranya reaktif COVID-19.

KPU menyarankan agar KPPS yang dinyatakan reaktif COVID-19 ini mengundurkan diri agar tidak muncul spekulasi yang macam-macam terkait dengan penyelenggara Pilkada tahun ini.

Ia mengatakan, penyelenggara pilkada seperti PPK dan PPS beserta staf sekretariatnya yang sebelumnya telah menjalani tes cepat dan dinyatakan reaktif COVID-19 masih ada waktu untuk selama 14 hari melakukan isolasi mandiri sampai hari pelaksanaan pemungutan suara.

Akan tetapi, KPPS yang dinyatakan reaktif COVID-19 pada saat sekarang ini tidak waktu lagi untuk melakukan isolasi mandiri selama 14 hari karena pelaksanaan pemungutan suara tidak sampai selama itu.

Ia menyatakan, tidak masalah apabila pada saat pemungutan suara untuk Pilkada nantinya ternyata jumlah anggota KPPS kurang atau tidak sampai sembilan orang karena tidak ada pengganti KPPS yang reaktif COVID-19.

“Kalau memang tidak ada anggota KPPS yang baru untuk mengganti KPPS yang reaktif COVID-19, maka KPPS yang ada tersebut yang melaksanakan tugas di TPS nantinya,” ujarnya.

Baca juga: Tujuh KPPS Pilkada Gunung Kidul terkonfirmasi positif COVID-19
Baca juga: Lima penyelenggara pemilu di Solok Selatan positif COVID-19

Pewarta: Ferri Aryanto
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar