Australia ingin China mohon maaf atas unggahan foto palsu di Twitter

Australia ingin China mohon maaf atas unggahan foto palsu di Twitter

Dokumentasi--Perdana Menteri Australia Scott Morrison berpidato di depan media selama konferensi pers di CSL Behring di Broadmeadows, Melbourne, Senin, (16/11/2020). ANTARA/AAP Image/James Ross/pri.

Hal ini benar-benar memalukan dan tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun
Sydney (ANTARA) - Perdana Menteri Australia Scott Morrison menyebut pada Senin bahwa pemerintahannya menginginkan China menyampaikan permohonan maaf atas unggahan foto palsu seorang tentara Australia yang memegang pisau dekat leher anak Afghanistan.

Sebelumnya, pada hari yang sama, akun milik juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian, mengunggah foto tersebut dengan takarir: "Terkejut dengan pembunuhan warga sipil dan narapidana Afghanistan oleh para tentara Australia. Kami sangat mengutuk aksi semacam ini, serta meminta pertanggungjawaban mereka."

"Hal ini benar-benar memalukan dan tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun [...] Pemerintah China harusnya amat sangat malu atas unggahan ini. Hal ini mengerdilkan mereka di mata dunia," kata Morrison dalam sebuah pengarahan media.

Morrison mengatakan bahwa Australia meminta penghapusan gambar yang disebutnya "amat sangat memuakkan" itu.

Hingga berita ini diturunkan, unggahan tersebut masih dapat diakses di akun Twitter Zhao Lijian.

Morrison juga menyebut bahwa negara-negara di seluruh dunia memantau sikap Beijing dalam merespons ketegangan hubungan  Australia dengan China.

Sumber: Reuters

Baca juga: China larang masuk dua akademisi Australia yang 'anti China'
Baca juga: China minta pabrik kapasnya tidak lagi beli bahan baku dari Australia
Baca juga: Dua media Australia tarik jurnalis dari China atas alasan keamanan

Penerjemah: Suwanti
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Museum terbesar Australia akan terima fosil dinosaurus paling utuh di dunia

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar