KJRI Jeddah tangani penemuan jenazah WNI dalam koper di Mekkah

KJRI Jeddah tangani  penemuan jenazah WNI dalam koper di Mekkah

Dokumentasi-- Pemulasaran jenazah pekerja migran Indonesia yang meninggal di luar negeri. (ANTARA/Dokumentasi Pribadi)

Langkah-langkah tindak lanjut segera dilakukan Kemlu dan KJRI Jeddah antara lain menghubungi keluarga almarhumah A dan melakukan pendampingan hukum terhadap dua WNI yang ditangkap
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Luar Negeri dan KJRI Jeddah menangani  penemuan jenazah WNI di dalam  koper di wilayah Mina, Mekkah, Arab Saudi.

Berdasarkan informasi yang diperoleh KJRI dari Kepolisian Wilayah Mina, jenazah tersebut adalah perempuan pekerja migran Indonesia dengan inisial A berusia 23 tahun.

“Selanjutnya diperoleh informasi bahwa pihak kepolisian telah melakukan penangkapan terhadap dua WNI yang diduga terlibat dalam penempatan jenazah dalam koper tersebut,” ujar Direktur Perlindungan WNI Kemlu Judha Nugraha ketika dikonfirmasi tentang kasus ini melalui pesan singkat, Senin.

Baca juga: Jenazah pekerja migran yang jatuh di Malaysia dipulangkan ke Jember
Baca juga: KJRI Kuching bantu pulangkan dua jenazah WNI


Judha menjelaskan bahwa hasil visum menunjukkan tidak terdapat tanda-tanda kekerasan pada jenazah A. Namun, untuk memastikan penyebab kematian akan dilakukan  autopsi.

“Langkah-langkah tindak lanjut segera dilakukan Kemlu dan KJRI Jeddah antara lain menghubungi keluarga almarhumah A dan melakukan pendampingan hukum terhadap dua WNI yang ditangkap,” kata Judha.

KJRI Jeddah telah menyediakan jasa penerjemah selama kedua WNI tersebut menjalani pemeriksaan dari otoritas setempat.

KJRI juga akan membantu  pemulasaraan jenazah A sesuai permintaan keluarga.

Baca juga: NTT kembali dikirimi dua peti jenazah pekerja migran
Baca juga: KBRI Kolombo pulangkan jenazah pekerja migran asal Jepara


Pewarta: Yashinta Difa Pramudyani
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

KJRI Jeddah sebut persiapan haji tetap berjalan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar