Kasus COVID-19 India capai 9,4 juta

Kasus COVID-19 India capai 9,4 juta

Dokumentasi - Buruh migran dan keluarga mereka menunggu dalam antrean di luar stasiun kereta api untuk naik kereta ke Bengal Barat, setelah pihak berwenang melonggarkan penerapan lockdown guna mengatasi wabah COVID-19, di Ahmedabad, India, 18 Juni 2020. ANTARA FOTO/REUTERS/Amit Dave/aww.

Mumbai (ANTARA) - Kasus baru infeksi virus corona di India naik 38.772 sehingga negara itu sekarang memiliki 9,43 juta kasus COVID-19, kata kementerian kesehatan pada Senin.

Angka itu membuat India menjadi negara dengan kasus COVID-19 tertinggi kedua di dunia setelah Amerika Serikat.

Namun, kasus baru harian COVID-19 di India telah menurun sejak mencapai puncaknya pada September.

Kenaikan kasus baru itu menjadikan hari ke-23 berturut-turut di mana kasus harian COVID-19 tetap di bawah angka 50.000.

Baca juga: Infeksi corona di India turun ke level terendah sejak Juli
Baca juga: India tingkatkan upaya menekan lonjakan COVID di Delhi


Jumlah korban jiwa akibat COVID-19 naik 443 dalam 24 jam terakhir, dan sekarang total korban jiwa mencapai 137.139.

Terkait upaya pengadaan vaksin COVID-19, India mengharapkan vaksin COVID-19 yang didukung pemerintah akan diluncurkan pada awal Februari, saat negara itu juga sedang melakukan uji coba tahap akhir vaksin Sputnik V dari Rusia.

Selain itu, Kepala Institut Serum India, yang membuat vaksin COVID-19 AstraZeneca, mengatakan bahwa pada 23 November hasil uji coba dengan status akhir positif dari kandidat vaksin akan memungkinkan institut tersebut untuk mencari otorisasi penggunaan darurat pada akhir tahun, sebelum mendapatkan persetujuan untuk peluncuran penuh pada Februari atau Maret tahun depan.

Sementara itu, Dewan Riset Medis India (ICMR) membantu penyelidikan atas dugaan reaksi merugikan selama uji coba vaksin COVID-19 AstraZeneca, tetapi tidak menemukan alasan untuk merekomendasikan untuk menghentikan pengujian, kata seorang pejabat senior ICMR pada Minggu.

Seorang pria berusia 40 tahun menyampaikan dalam surat keluhan yang dilihat oleh Reuters bahwa dia menderita gejala gangguan "neurologis dan psikologis" yang serius setelah mendapat suntikan vaksin COVID-19 dalam uji coba yang dijalankan oleh Institut Serum India (Serum Institute of India/SII), yang merupakan mitra lokal di India untuk perusahaan farmasi Inggris AstraZeneca.

Sumber: Reuters

Baca juga: Kebakaran di RS India tewaskan lima pasien COVID-19
Baca juga: India catat lebih dari 44.000 kasus tambahan COVID-19

Penerjemah: Yuni Arisandy Sinaga
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

India buka 3700 obyek wisata, meski kasus COVID-19 dekati 700.000

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar