Ketua PBNU ingatkan masyarakat waspadai provokasi

Ketua PBNU ingatkan masyarakat waspadai provokasi

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Robikin Emhas. ANTARA/Syifa Yulinnas/aa.

Di tengah kehidupan yang plural, seluruh komponen bangsa harus memperkuat toleransi dan saling menghargai, baik sesama maupun antarpemeluk agama.
Jakarta (ANTARA) - Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Robikin Emhas mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai provokasi yang bertujuan memecah belah komponen bangsa.

"Jangan terpengaruh hasutan, apalagi terprovokasi. Agama jelas melarang keterpecah-belahan dan menyuruh kita bersatu dan mewujudkan perdamaian di tengah kehidupan masyarakat," kata Robikin dalam pernyataannya di Jakarta, Senin.

Dalam negara bangsa yang telah merdeka seperti Indonesia, kata dia, jihad harus dimaknai sebagai upaya sungguh-sungguh dari segenap komponen bangsa untuk mewujudkan cita-cita nasional.

Baca juga: Mencermati sikap kritis NU dalam pilkada dan UU Cipta Kerja

"Apa itu? Mewujudkan perdamaian dunia, mencerdaskan kehidupan bangsa, memakmurkan ekonomi warga, serta menciptakan tata kehidupan yang adil dan beradab," ujarnya.

Oleh karena itu, kata dia, di tengah kehidupan yang plural seperti di Indonesia ini seluruh komponen bangsa harus memperkuat toleransi dan saling menghargai, baik sesama maupun antarpemeluk suatu agama, etnis, budaya, dan sebagainya.

"Mari kita kukuhkan persatuan dan kesatuan. Kita perkuat persaudaraan sesama warga bangsa dan persaudaraan kemanusiaan sebagai sesama keturunan anak cucu Nabi Adam a.s.," pungkasnya.

Baca juga: Ketum PBNU sampaikan selamat Milad Muhammadiyah

Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Ketua PBNU: Pendidikan kurang mengharmoniskan agama dan negara

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar