45 ekor unggas ditranslokasikan ke Balai KSDA Maluku

45 ekor unggas ditranslokasikan ke Balai KSDA Maluku

Penyerahan unggas liar jenis burung tersebut oleh perwakilan dari Balai Besar KSDA Jawa Timur dan diterima Kepala Balai KSDA Maluku Danny H. Pattipeilohy, di kandang transit Passo, Senin. (30/11). (ANTARA)

burung-burung tersebut sedang diistirahatkan terlebih dahulu
Ambon (ANTARA) - Sebanyak 45 ekor unggas liar berupa burung nuri dan kakatua endemik ditranslokasikan dari Balai Besar KSDA Jawa Timur kepada Balai KSDA Maluku.

Penyerahan unggas liar jenis burung tersebut oleh perwakilan dari Balai Besar KSDA Jawa Timur dan diterima Kepala Balai KSDA Maluku Danny H. Pattipeilohy, di kandang transit Passo, Senin.

Kepala Balai KSDA Maluku Danny H. Pattipeilohy menyatakan, puluhan burung tersebut diterbangkan dari bandara Internasional Juanda Surabaya menggunakan jasa cargo pesawat Lion Air dan tiba di Bandara Internasional Pattimura Ambon pada pukul 12:50 WIT.

Rincian burung-burung yang ditranslokasi dari Provinsi Jawa Timur ke Provinsi Maluku tersebut yaitu 12 ekor Kakatua Koki (Cacatua galerita), dua ekor Kakatua Putih (Cacatua alba), satu ekor Kakatua Raja (Probosciger aterrimus),satu ekor Kakatua Tanimbar (Cacatua goffiniana), 14 Nuri Maluku (Eos bornea), 14 ekor Nuri Bayan (Eclectus roratus) dan satu ekor Perkici Pelangi (Trichoglossus haematodus).

"Saat ini burung-burung tersebut sedang diistirahatkan terlebih dahulu di Kandang transit Passo di Kota Ambon untuk proses pemulihan kondisi fisik dan kesehatannya yang diakibatkan pada saat pengangkutan dan perjalanan, " katanya.

Baca juga: BKSDA Maluku lepasliarkan satwa liar endemik

Baca juga: BKSDA Maluku amankan burung julang Papua


Ia menjelaskan, burung-burung tersebut merupakan satwa asli dan endemik Kepulauan Maluku, sehingga untuk proses pelepasliarannya harus dilakukan di habitat aslinya.

Rencananya dalam waktu dekat burung-burung tersebut akan dilepasliarkan ke habitat aslinya di kawasan konservasi Cagar Alam (CA) Gunung Sahuwai yang berada di Kabupaten Seram Bagian Barat dan Suaka Margasatwa (SM) Pulau Kobroor yang berada di Kabupaten Kepulauan Aru Provinsi Maluku.

Dipilihnya kawasan konservasi CA Gunung Sahuwai yang berada di Kabupaten Seram Bagian Barat dan SM. Pulau Kobroor di Kabupaten Kepulauan Aru sebagai lokasi pelepasliaran dikarenakan di kawasan tersebut merupakan salah satu habitat asli dari burung-burung tersebut.

Selain itu kondisi hutan di kawasan konservasi tersebut masih sangat bagus dan terjaga dengan potensi sumber pakan alami yang banyak sehingga sangat cocok untuk habitat burung nuri dan kakatua.

Staf bidang perlindungan Balai besar KSDA Jawa Timur, Sarjono menambahkan, puluhan burung yang ditranslokasikan tersebut merupakan hasil dari kegiatan pencegahan peredaran tumbuhan dan satwa liar yang dilakukan oleh petugas Balai Besar KSDA Jawa Timur di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dan hasil penyerahan secara sukarela dari masyarakat.

Sebelum dilakukan translokasi ke provinsi Maluku, burung-burung tersebut sudah terlebih dahulu menjalani proses pemeriksaan kesehatan, karantina dan rehabilitasi di kandang Transit Sidoarjo di Jawa Timur kurang lebih selama satu hingga dua tahun.

Dari hasil karantina dan rehabilitasi tersebut saat ini kondisi burung-burung tersebut sudah sangat liar dan siap untuk dilepasliarkan di habitat aslinya.

Baca juga: BKSDA Maluku lepasliarkan puluhan satwa endemik

Baca juga: Ratusan satwa sitaan dikembalikan ke habitat di Maluku

Pewarta: Penina Fiolana Mayaut
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Paus terdampar dan mati di Pulau Obi sudah dievakuasi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar