Menko Luhut ungkap tiga strategi pemerintah cegah lonjakan kasus COVID

Menko Luhut ungkap tiga strategi pemerintah cegah lonjakan kasus COVID

Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan yang juga Wakil Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN). ANTARA/HO-Kemenko Kemaritiman dan Investasi/aa.

Jakarta cukup berhasil mengatasi hal ini karena fasilitas isolasi cukup baik
Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengakui perkembangan kasus COVID-19 dalam dua minggu terakhir tidak begitu baik.

"Dalam dua minggu terakhir, situasinya memang kurang baik, tapi kita berusaha keras untuk bisa menaklukkan COVID-19 ini," kata Menko Luhut Pandjaitan saat menyampaikan sambutan dalam Tri Hita Karana Forum Dialogue Cloud Event "Indonesia Omnibus Law For a Better Business Better World" secara virtual, Senin.

Luhut mengatakan ada 13 provinsi kontributor utama atau sekitar 84 persen total kasus COVID-19 nasional yakni DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, Sumatera Barat, Kalimantan Timur, Riau, Sumatera Utara, Bali, Kalimantan Selatan, Banten, dan Papua.

Baca juga: Sri Mulyani khawatir naiknya kasus COVID-19 berdampak pada ekonomi

Pemerintah sendiri menyiapkan tiga strategi kunci untuk menangani COVID-19 di provinsi-provinsi tersebut yaitu melakukan deteksi dini dan mendorong kepatuhan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus melalui kampanye besar-besaran dan operasi yustisi.

"Ini tidak mudah, tapi saat ini saya rasa lumayan oke," kata Menko Luhut Pandjaitan.

Strategi kedua yakni menyediakan fasilitas isolasi terpusat untuk pasien tanpa gejala dan pasien bergejala ringan untuk mengurangi okupansi rumah sakit, sekaligus mencegah penularan lebih luas.

Baca juga: Erick minta masyarakat terus waspada agar tidak ada lonjakan kasus

"Jakarta cukup berhasil mengatasi hal ini karena fasilitas isolasi cukup baik," imbuh Menko Luhut Pandjaitan.

Sementara strategi ketiga yakni menerapkan standarisasi manajemen klinis dalam penyembuhan pasien COVID-19.

"Ini juga penting seperti obat standarnya, rumah sakitnya. Angka kematian juga bisa dikurangi dengan ini," kata Menko Luhut yang juga Wakil Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN).

Baca juga: Rupiah ditutup anjlok, tertekan kenaikan kasus COVID-19

Pewarta: Ade irma Junida
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Dongkrak perekonomian dengan pengelolaan potensi maritim yang optimal

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar