Pertama kalinya PM Australia pidato di parlemen secara virtual

Pertama kalinya PM Australia pidato di parlemen secara virtual

Perdana Menteri Australia, Scott Morrison. (ANTARA/Reuters/TM)

Keberhasilan relatif kita di Australia terkadang melindungi kita dari kerusakan berskala besar yang terus terjadi di wilayah lainnya,
Sydney (ANTARA) - Perdana Menteri Australia Scott Morrison menjadi pemimpin pertama di negara itu yang tampil berpidato di hadapan parlemen melalui video, pada Senin, selagi dirinya menjalani masa karantina COVID-19 setelah pulang dari Jepang beberapa waktu lalu.

Morrison berbicara kepada para anggota legislatif Australia secara virtual melalui layar televisi besar yang ditempatkan di gedung parlemen. Namun, langkah seperti itu bukanlah yang pertama kali dilakukan pemimpin di dunia, karena sebelumnya Perdana Menteri Inggris Boris Johnson juga melalukan hal yang sama.

Morrison, yang pekan lalu bertemu dengan Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga, membahas mengenai COVID-19 serta aspek pemulihan ekonomi Australia.

"Keberhasilan relatif kita di Australia terkadang melindungi kita dari kerusakan berskala besar yang terus terjadi di wilayah lainnya," kata Morrison melalui video, yang sempat tertunda beberapa menit karena masalah teknis.

Senin ini menandai 24 jam Australia mengalami nihil kasus penularan lokal virus corona, meskipun terdapat satu korban jiwa tambahan sehingga total kematian akibat COVID-19 menjadi 908  saat ini, setelah seorang eks pasien COVID-19 di Victoria meninggal dunia akibat menderita penyakit komplikasi.

Baca juga: Victoria Australia jalani seminggu penuh tanpa tambahan kasus COVID-19

Baca juga: Negara bagian Victoria catat tidak ada kasus COVID-19


Sejauh ini, jumlah kasus infeksi di Australia tercatat sebanyak 27.800 kasus--jauh lebih sedikit daripada jumlah kasus di banyak negara maju lainnya.

Dengan infeksi yang berhasil ditahan penyebarannya, otoritas negara bagian Victoria menyebut bahwa mereka masih akan melanjutkan sistem karantina di hotel bagi penduduk setempat yang baru kembali dari luar negeri.

Victoria sebelumnya sempat melarang masuk warga yang habis berpergian ke luar negeri, menyusul lebih dari 20.000 kasus baru COVID-19 yang muncul karena infeksi pada para pekerja hotel yang bekerja di tengah kewajiban karantina 14 hari.

Banyak dari pekerja tersebut, yang mempunyai pekerjaan sampingan, kemudian menularkan virus ke lokasi lain di lingkungan masyarakat.

Wabah itu akhirnya dapat dikendalikan dengan aturan karantina wilayah secara ketat yang diterapkan lebih dari 100 hari di ibu kota negara bagian Victoria, Melbourne, yang berpenduduk sekitar lima juta jiwa.

Sumber: Reuters

Baca juga: Australia akan beli 50 juta dosis vaksin COVID-19 Novavax, Pfizer
​​​​​​​
 

Penerjemah: Suwanti
Editor: Yuni Arisandy Sinaga
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Bertemu PM Australia, Jokowi cerita perihal Papua

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar