Harga gabah dan beras premium turun pada November 2020

Harga gabah dan beras premium turun pada November 2020

Pekerja menunjukkan gabah giling di Desa Pasireurih, Lebak, Banten, Jumat (2/10/2020). ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas/agr/pras.

Curah hujan juga tinggi sehingga berdampak ke kualitas gabah dan membuat turun harga
Jakarta (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat selama November 2020, rata-rata harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani turun 1,93 persen dan rata-rata harga beras kualitas premium di penggilingan turun sebesar 1,00 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

"Ada penurunan yang tajam untuk GKP secara month to month yaitu sebesar 1,93 persen dibandingkan gabah kering giling (GKG) yang sebesar 1,74 persen," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto dalam paparan di Jakarta, Selasa.

Menurut Setianto, tren penurunan harga gabah terjadi karena sejumlah alasan diantaranya pasokan yang masih terjaga karena sejumlah wilayah masih musim panen.

"Curah hujan juga tinggi sehingga berdampak ke kualitas gabah dan membuat turun harga. Ini yang barangkali menyebabkan harga gabah turun," katanya.

Selama November 2020, rata-rata harga GKP di tingkat petani Rp4.722 per kg atau turun 1,93 persen dan di tingkat penggilingan Rp4.815 per kg atau turun 2,29 persen dibandingkan harga gabah kualitas yang sama pada bulan sebelumnya.

Rata-rata harga GKG di tingkat petani Rp5.312 per kg atau turun 1,74 persen dan di tingkat penggilingan Rp5.440 per kg atau turun 1,56 persen. Harga gabah luar kualitas di tingkat petani Rp4.454 per kg atau turun 3,22 persen dan di tingkat penggilingan Rp4.565 per kg atau turun 3,09 persen.

Dibandingkan November 2019, rata-rata harga gabah pada November 2020 di tingkat petani untuk kualitas GKP turun 7,38 persen, GKG turun 5,47 persen dan gabah luar kualitas turun 4,33 persen.

Sementara di tingkat penggilingan, rata-rata harga pada November 2020 dibandingkan dengan November 2019 untuk kualitas GKP turun 7,46 persen, GKG turun 5,02 persen, dan gabah luar kualitas turun 3,64 persen.

Ada pun harga beras berbagai kelas juga mengalami penurunan di bulan November 2020. Untuk beras premium, rata-rata harga di penggilingan sebesar Rp9.715 per kg, turun sebesar 1,00 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Sedangkan rata-rata harga beras kualitas medium di penggilingan sebesar Rp9.385 per kg atau turun sebesar 0,82 persen, dan rata-rata harga beras luar kualitas di penggilingan sebesar Rp9.095 per kg atau turun sebesar 0,57 persen.

Dibandingkan dengan November 2019, rata-rata harga beras di penggilingan pada November 2020 untuk kualitas premium turun 0,28 persen, medium turun 1,44 persen, dan luar kualitas turun 1,63 persen.

"Memang kalau kita bandingkan month to month Oktober dan November, memang November ini penurunan lebih besar dibandingkan penurunan di bulan Oktober," katanya.

Baca juga: SPI minta Kementan antisipasi harga gabah anjlok akibat La Nina
Baca juga: Gelar RDP dengan Kementan, DPR kritisi turunnya harga gabah
Baca juga: Antisipasi harga gabah jatuh, Kementan kaji bantuan selisih harga

Pewarta: Ade irma Junida
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

​​​​​​​Pergeseran puncak panen jadi faktor penurunan pertanian Sumbar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar