Dubes dorong perusahaan Swedia investasi di sektor kesehatan Indonesia

Dubes dorong perusahaan Swedia investasi di sektor kesehatan Indonesia

Duta Besar Swedia untuk Indonesia, Marina Berg. (ANTARA/HO-Kedubes Swedia Jakarta)

Saya pun menyadari bahwa Indonesia telah mengeluarkan regulasi untuk memfasilitasi akses terhadap riset, terutama riset klinis. Ini dapat menjadi pembuka jalan untuk terjalinnya kolaborasi. Saya sangat mendorong perusahaan-perusahaan Swedia untuk men
Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Swedia mendorong perusahaan-perusahaan asal negara tersebut untuk berinvestasi dalam sektor kesehatan di Tanah Air, terutama terkait riset dan inovasi.

Dalam wawancara dengan ANTARA, Selasa, Duta Besar Swedia untuk Indonesia Marina Berg mengatakan bahwa dalam hubungan yang telah berjalan selama 70 tahun, kedua negara memiliki berbagai prinsip yang sama termasuk pentingnya kerja sama global dan multilateralisme, terutama di tengah pandemi COVID-19.

Dia pun menyerukan perlunya peningkatan insentif untuk riset kesehatan pun perlu baik secara global maupun di tingkat nasional, dalam upaya menghadapi pandemi tersebut.

“Saya pun menyadari bahwa Indonesia telah mengeluarkan regulasi untuk memfasilitasi akses terhadap riset, terutama riset klinis. Ini dapat menjadi pembuka jalan untuk terjalinnya kolaborasi. Saya sangat mendorong perusahaan-perusahaan Swedia untuk mengambil kesempatan dari inisiatif yang telah dikeluarkan,” ujar Dubes Marina.

Pesan tersebut telah dia sampaikan dalam kepada pihak-pihak terkait dalam gelaran Sweden-Indonesia Sustainable Partnership Week pekan lalu, yang membahas kesempatan penguatan kerja sama di berbagai bidang, termasuk di bidang kesehatan dan upaya penanganan COVID-19.

“Kerangka ini menciptakan kebijakan dan peraturan yang mendukung bagi perusahaan-perusahaan, dan untuk Indonesia menarik lebih banyak lagi foreign direct investment (FDI) dari perusahaan-perusahaan Swedia,” ujarnya.

Sebelumnya, Dubes Berg juga sempat menyampaikan keunggulan Swedia di bidang riset, khususnya yang terkait dalam pemecahan masalah, yang juga dapat menjadi salah satu peluang yang sebaiknya dimanfaatkan oleh Indonesia melalui kolaborasi bidang kesehatan.

Perempuan yang telah menjabat sebagai Dubes Swedia untuk Indonesia selama dua tahun itu juga menyoroti adanya kesempatan dalam kolaborasi kedua negara untuk memikirkan kembali jenis-jenis investasi apa yang perlu dibuat dalam upaya pemulihan pasca pandemi.

Indonesia dan Swedia telah menegaskan komitmen untuk menjalin kerja sama pemerintahan dan bisnis yang berkelanjutan, terutama dalam upaya pemulihan pasca pandemi.

“Pemerintah Swedia bersama dengan perusahaan-perusahaan dan akademisi Swedia, mendukung Indonesia dalam upaya pemulihannya dan untuk merealisasikan agenda 2030,” kata Marina Berg.

Swedia sendiri menyoroti keterkaitan antara penanganan pandemi dengan sektor ekonomi. Sebagai contoh, negara tersebut telah meluncurkan inisiatif yang disebut dengan “Trade for Health” atau sektor perdagangan untuk sektor kesehatan, di mana negara-negara diminta untuk menghapuskan tarif atas peralatan medis dalam masa krisis akibat pandemi.

Inisiatif itu bertujuan untuk menggarisbawahi peran penting perdagangan sebagai bagian dari solusi penanganan COVID-19, dan perlunya untuk menjaga alur perdagangan tetap terbuka saat ketidakpastian terus berkembang.

Keterlibatan berbagai negara dalam upaya semacam itu dianggap penting dalam upaya promosi kerja sama multilateral dan rule-based order komunitas internasional. Pesan tersebut pun akan disampaikan Swedia dalam pertemuan virtual antara Menteri luar negeri negara-negara ASEAN dan Uni Eropa yang dijadwalkan berlangsung pada 1 Desember.


Baca juga: Indonesia dorong penguatan kerja sama energi terbarukan dengan Swedia

Baca juga: Tren pasar industri kesehatan di Asia Tenggara diprediksi berkembang


Pewarta: Aria Cindyara
Editor: Fardah Assegaf
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Swedia uji coba minibus otonomos berteknologi 5G di Stockholm

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar